Baca Koran curupekspress Online - bacakorancurup.com

Job Hopping Jadi Gaya Kerja Gen Z, Tantangan Baru Bagi Perusahaan ?

Job Hopping di dunia kerja gen z--

BACAKORANCURUP.COM - Di tengah dinamika dunia kerja modern, istilah “job hopping” atau kebiasaan sering berganti tempat kerja semakin populer, terutama ketika membahas perilaku Generasi Z (Gen Z), yakni mereka yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012.

Bagi sebagian pelaku industri, terutama dari generasi yang lebih senior, fenomena ini kerap dianggap sebagai tanda kurangnya komitmen dan loyalitas terhadap perusahaan.

Pandangan ini cukup wajar mengingat pada masa lalu, bertahan lama di satu perusahaan dianggap sebagai bentuk kesetiaan dan jaminan karier yang stabil. Namun, cara pandang tersebut mulai tergerus oleh perubahan zaman.

Gen Z melihat dunia kerja dengan kacamata yang berbeda, mereka lebih dinamis, fleksibel, dan berorientasi pada pengembangan diri.

BACA JUGA:EL Rumi TKO Jefri Nichol 38 Detik

BACA JUGA:Lupa Nomor BPJS Ketenagakerjaan ? Begini Cara Ceknya Tanpa Ribet !

Generasi Z tumbuh dalam lingkungan yang serba digital, dengan arus informasi yang deras dan perubahan teknologi yang sangat cepat. Sejak kecil, mereka sudah terbiasa mengakses informasi global hanya dalam hitungan detik, serta melihat banyak peluang karier baru yang bahkan tidak pernah ada di generasi sebelumnya.

Kondisi ini membentuk mentalitas yang adaptif namun juga kritis. Mereka tidak hanya mencari pekerjaan demi gaji bulanan, melainkan mencari pengalaman yang relevan, bermakna, dan memberi ruang bagi mereka untuk terus berkembang.

Tak heran jika ekspektasi mereka terhadap pekerjaan jauh lebih tinggi dan kompleks dibanding generasi sebelumnya.

Riset LinkedIn (2023) mencatat bahwa 25% profesional Gen Z berganti pekerjaan dalam setahun terakhir, angka yang lebih tinggi dibanding generasi lain. Fakta ini menunjukkan bahwa job hopping bukan sekadar tren sesaat, melainkan fenomena yang mencerminkan perubahan budaya kerja secara global.

Berikut beberapa alasan utama yang membuat Gen Z cenderung lebih cepat mengambil keputusan untuk berpindah dari satu perusahaan ke perusahaan lain.

1. Pekerjaan yang Monoton dan Kurang Tantangan

Bagi Gen Z, pekerjaan yang ideal adalah pekerjaan yang memberikan variasi, tantangan intelektual, dan kesempatan untuk bereksperimen. Rutinitas yang terlalu statis, seperti mengulang tugas yang sama setiap hari tanpa ruang inovasi, dapat membuat mereka kehilangan semangat.

Contohnya, pekerjaan yang hanya berfokus pada pengisian data, membuat laporan rutin, atau membalas email tanpa adanya proyek baru akan cepat terasa membosankan. Lingkungan kerja yang kaku, penuh birokrasi, dan menutup diri dari ide-ide segar juga menjadi pemicu keinginan untuk pindah. Bagi mereka, pindah kerja bukan sekadar mencari tempat baru, tetapi mencari ruang untuk menumbuhkan kembali motivasi dan gairah berkarya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan