MotoGP Tetap Terapkan Stability Control, Ini Alasannya
IST MotoGP.--
BACAKORANCURUP.COM - Fitur elektronik baru bernama stability control resmi diterapkan di MotoGP pada paro paruh kedua musim ini.
Dalam sesi wawancara menjelang MotoGP Austria 2025 di Sirkuit Spielberg, sejumlah pembalap mengungkapkan ketidaksetujuan mereka pada fitur itu.
Marc Marquez (Ducati) dan Pedro Acosta (KTM) kompak menilai bahwa penambahan fitur elektronik ini dapat mengurangi peran pembalap dalam mengendalikan motor.
Menangapi hal tersebut, Direktur Teknologi Dorna, Corrado Cecchinelli, memberikan pandangannya. Ia tidak membantah pendapat mereka. Dan setiap orang berhak memiliki pendapat atas fitur baru tersebut. Namun, Dorna akan tetap pada pendiriannya.
BACA JUGA:Honda HRC Lirik Diogo Moreira Gantikan Somkiat Chantra, Imingi Kontrak Rp 84,7 Miliar
BACA JUGA:Tim Vietnam Didiskualifikasi di Ajang Kejuaraan Dunia Voli Putri U-21
"Bagi saya, masalah utama kami selalu soal keselamatan. Dan kami berkewajiban melakukan apa pun untuk meningkatkannya," ungkap Corrado Cecchinelli, dalam wawancara yang dikutip situs resmi MotoGP.
"Sementara masalah-masalah lain berada di urutan kedua," imbuhnya.
"Di antara masalah lain itu, misalnya soal menutupi nilai pembalap. Tetapi, apakah kita benar-benar memiliki masalah pemerataan keterampilan pembalap? Saya rasa tidak. Bahkan, sayangnya, tidak," lanjut Cecchinelli.
Cecchinelli kemudian menjelaskan tujuan pengembangan fitur stability control tersebut. Secara umum, kendali stabilitas atau atau Electronic Stability Control (ESC) adalah sistem yang mengurangi torsi mesin ketika motor terpelintir. Sehingga menekan potensi terjadinya kecelakaan.
Berbeda dengan kontrol traksi (traction control) yang bekerja saat ada momentum slip ban, ESC memadukan dan menganalisis gerakan kendaraan secara menyeluruh.
Dengan kata lain, ESC berfungsi sebagai "asisten pintar" bagi pengendara untuk menjaga kestabilan motor, terutama dalam situasi berisiko tinggi seperti menikung tajam, lintasan licin, atau pengereman mendadak.
"Olahraga ini berbahaya. Dan ketika Anda lengah, kecelakaan bisa terjadi," ucap Cecchinelli. "Risiko adalah bagian dari daya tarik MotoGP. Namun kami tetap merasa berkewajiban untuk menjadikannya seaman mungkin," lanjutnya.
"Saya yakin tidak ada yang perlu dikhawatirkan, karena empati tetap ada dalam olahraga ini. Jika Anda bertanya kepada seseorang dengan pengalaman nyata, mereka akan setuju bahwa fitur ini bermanfaat," tegas pria asal Italia tersebut.