Dinkes Rejang Lebong Catat 12 Kasus HIV Baru, 2 Penderita Sudah Meninggal Dunia
Logo HIV.--
BACAKORANCURUP.COM - Kasus HIV-AIDS di Rejang Lebong semakin mengkhawatirkan, Ini pasca Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rejang Lebong mencatat hingga akhir Agustus 2025 terdapat 12 kasus baru HIV.
Selain itu, sebanyak 112 orang pengidap masih rutin mengkonsumsi obat, sementara 2 orang tercatat meninggal dunia akibat penyakit tersebut.

Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong-Razik/CE -
Plt Kepala Dinas Kesehatan Rejang Lebong, dr. Asep Setia Budiman, menjelaskan bahwa pola penularan HIV di daerah ini umumnya berasal dari hubungan seksual berisiko, terutama laki-laki dengan laki-laki (LSL) dan seks bebas.
BACA JUGA:DEMA FSEI IAIN Curup Sambut Mahasiswa Baru dengan Simulasi Demonstrasi
BACA JUGA:IAIN Curup Gelar PBAK 2025, Tekankan Moderasi Beragama dan Tertib Lalu Lintas
“Pada enam bulan pertama, penderita HIV biasanya tidak menunjukkan gejala. Masa inkubasinya bisa berlangsung 5 sampai 10 tahun. Setelah itu baru timbul gejala, seperti ruam kulit, diare, dan berat badan yang menurun drastis. Jika sudah pada tahap ini, artinya infeksi HIV telah berkembang menjadi AIDS,” terang dr. Asep.
Lebih lanjut, ia menegaskan agar masyarakat tidak melakukan tindakan diskriminatif terhadap pengidap HIV/AIDS.
Menurutnya, penularan HIV tidak semudah hepatitis, dan hanya bisa terjadi melalui hubungan seksual tanpa pengaman atau kontak luka terbuka dengan pengidap.
“Pernah ada kasus diskriminasi sehingga penderita tidak diterima di lingkungannya. Ini tentu tidak boleh terjadi lagi. Kita harus memahami bahwa mereka berhak mendapat perlakuan yang manusiawi,” tegasnya.
Saat ini, Dinas Kesehatan Rejang Lebong tengah menggencarkan program 3 Zero, yakni zero kasus pengidap baru, zero kasus kematian akibat HIV, dan zero stigma diskriminatif. Dr. Asep mengajak masyarakat untuk turut aktif mendukung program tersebut.
“Tanpa dukungan masyarakat, mustahil program ini berhasil. Mari bersama-sama kita wujudkan Rejang Lebong bebas stigma dan semakin sehat,” tutupnya.