PBSI: Hanya Satu Perunggu di Kejuaraan Dunia 2025
Pemain PBSI.--
BACAKORANCURUP.COM - Kejuaraan Dunia 2025 telah berakhir. Indonesia meraih satu medali perunggu dari Putri Kusuma Wardani. Secara keseluruhan hasil ini tidak sesuai target karena PBSI mengincar satu gelar dari turnamen Grade 1 tersebut.
Perunggu dari Putri KW itu menjadi pencapaian terbaik bagi tunggal putri di Kejuaraan Dunia selama 10 tahun terakhir. Upaya Putri KW ke final terhadang oleh Akane Yamaguchi. Putri KW kalah 21-17, 14-21, 21-6 dari Yamaguchi di semifinal Kejuaraan Dunia 2025.
Kabid Binpres PP PBSI Eng Hian mengapresiasi keberhasilan Putri KW meraih perunggu di Kejuaraan Dunia 2025. Eng Hian menilai aspek kekuatan fisik dan ketajaman teknik menjadi evaluasi untuk tunggal putri nomor dua pelatnas tersebut.
“Putri KW menurut saya sudah berada di fase yang dia sudah yakin dengan pola permainannya sendiri. Tinggal kami menambah pengalaman bertanding, kemudian mempersiapkan strategi yang lebih baik dalam menghadapi perubahan permainan lawan,” kata Eng Hian.
Terlepas dari perunggu dari tunggal putri itu, PBSI melihat tiga pemain yang tidak tampil sesuai harapan. Mereka adalah Anthony Sinisuka Ginting, Gregoria Mariska Tunjung, dan Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana.
Ginting tumbang di laga pertama. Peraih perunggu Olimpiade Tokyo 2020 itu tidak bisa membendung Toma Junior Popov di 64 besar Kejuaraan Dunia 2025. Ginting kalah dalam rubber game 18-21, 21-19, 23-25.
Ini menjadi kekalahan kedua Ginting dari Popov di Paris, Prancis. Sebelumnya Popov juga menghentikan langkah Ginting di penyisihan grup Olimpiade Paris 2024. Kekalahan Ginting itu membuatnya gagal meraih medali lagi di Olimpiade.
Sementara itu, Gregoria kandas dari Sim Yu-jin 15-21, 18-21 di 16 besar Kejuaraan Dunia 2025. Kekalahan tersebut menjadi yang pertama bagi Gregoria setelah empat pertemuan dengan Sim Yu-jin.
Eng Hian melihat baik Ginting dan Gregoria sudah lebih baik dari segi fisik meski belum maksimal. Ginting sempat menepi enam bulan karena cedera bahu. Gregoria juga terganggu karena mengalami vertigo dan sempat absen selama tiga bulan.
“Ginting dan Grego sejauh ini sudah aman dari cedera dan penyakitnya. Saya berharap mereka bisa segera comeback dengan kualitas performa mereka,” ungkap peraih perunggu Olimpiade Athena 2004 itu. Tapi Eng Hian memberi evaluasi keras terhadap ganda putra. Indonesia menerjunkan tiga wakil dengan dua diantaranya merupakan pemain pelatnas. Yakni Fajar Alfian/M. Rian Ardianto dan Leo/Bagas.
Fajar/Rian akan dipisah lagi setelah Kejuaraan Dunia 2025. Untuk itu, Leo/Bagas awalnya diharapkan bisa bersaing di Kejuaraan Dunia. Tetapi gelar tersebut malah jatuh ke tangan Kim Won-ho/Seo Seung-jae.
Kim Won-ho/Seo Seung-jae pula yang mengalahkan Leo/Bagas di 16 besar Kejuaraan Dunia 2025. Leo/Bagas kalah telah dengan rubber game 17-21, 21-9, 21-4. Hasil inilah yang membuat Eng Hian kecewa.
“Untuk Leo/Bagas, saya akan mengadakan evaluasi dengan pelatihnya. Sebab, performa mereka di Kejuaraan Dunia ini tidak sesuai dengan harapan kami,” tegasnya.