Baca Koran curupekspress Online - bacakorancurup.com

Kapolri Singgung Anarkis, Apa Bedanya dengan Anarko dan Anarkisme ? Ini Penjelasan Lengkap

IST Hindari bersikap anarkis yang bisa merugikan diri sendiri dan orang lain--

BACAKORANCURUP.COM - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa eskalasi aksi demonstrasi di sejumlah daerah pada 28 hingga 31 Agustus 2025 memperlihatkan kecenderungan menuju tindakan anarkis.

Ucapan ini tidak hanya menyoroti dinamika unjuk rasa, tetapi juga mengangkat kembali perdebatan mengenai penggunaan istilah anarkis, anarko, dan anarkisme.

Dalam percakapan sehari-hari, istilah-istilah tersebut kerap dipakai secara bergantian untuk merujuk pada hal yang sama, padahal maknanya berbeda.

Kekeliruan dalam penggunaannya bisa menimbulkan persepsi negatif yang tidak tepat, terutama ketika masyarakat langsung mengaitkan kata-kata tersebut dengan kerusuhan atau kekerasan.

Untuk memahami secara jernih, penting menelusuri arti masing-masing istilah.

BACA JUGA:Mitsubishi Xpander dan Xpander Cross 2026 Meluncur di Filipina, Hadir dengan Fitur Kekinian

BACA JUGA:Apakah Boleh Puasa Pada Saat Maulid Nabi? Ini Penjelasan nya Dalam Islam

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), anarki diartikan sebagai kondisi tanpa pemerintahan, hukum, maupun ketertiban. Definisi ini juga sering dikaitkan dengan situasi kacau di suatu negara.

Namun, jika ditelusuri lebih jauh dari asal katanya, anarki berasal dari bahasa Yunani, dengan awalan an- atau a- yang berarti "tidak ada" dan kata achos yang berarti "penguasa" atau "pemimpin". Secara etimologis, anarki berarti "tanpa penguasa".

Hal ini membuat anarki tidak semata-mata dipahami sebagai kekacauan, tetapi juga bisa dimaknai sebagai kondisi kehidupan yang bebas dari intervensi kekuasaan. Dalam wacana politik, istilah ini sering dipakai untuk menggambarkan gagasan masyarakat yang mampu mengatur dirinya sendiri tanpa pemerintah.

Jika anarki lebih merujuk pada sebuah keadaan, maka anarkis berkaitan dengan orang atau kelompok yang menganut atau mendukung paham anarkisme. Menurut KBBI, anarkis adalah penganut ajaran anarkisme sekaligus pelaku tindakan anarki.

Di masyarakat, istilah ini kerap dipakai untuk menggambarkan kelompok pemberontak yang melakukan perlawanan terhadap otoritas. Tidak jarang, media atau aparat menempelkan istilah kaum anarkis pada sekelompok orang yang melakukan aksi protes disertai kerusuhan.

Namun, anarkis tidak selalu identik dengan kekerasan. Beberapa literatur menegaskan bahwa kaum anarkis justru berjuang menentang penindasan dan mendorong terciptanya keadilan sosial. Tujuan mereka sering kali menekankan kebebasan, kesejahteraan, dan kesetaraan, meskipun cara yang dipilih untuk mewujudkannya bisa berbeda-beda.

Berbeda dengan dua istilah sebelumnya, kata anarko tidak tercatat dalam KBBI daring. Namun, istilah ini sering muncul dalam diskursus gerakan sosial modern. Dalam buku "Merdeka Berpikir : Catatan Harian Pandemi Covid-19", anarko dikaitkan erat dengan anarkisme sebagai sebuah filsafat politik.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan