Baca Koran curupekspress Online - bacakorancurup.com

HP Xiaomi Kok Dibilang HP Gacha ? Ini Faktanya !

IST HP Xiaomi--

BACAKORANCURUP.COM - Sebutan "HP gacha" seolah menjadi cap abadi yang melekat pada produk-produk Xiaomi. Istilah ini sudah ada sejak awal 2010-an, ketika popularitas Xiaomi mulai menanjak.

Mengapa disebut "gacha" ? Karena membeli ponsel Xiaomi sering dianggap mirip seperti bermain game gacha, ada kemungkinan mendapat perangkat dengan performa unggulan, tetapi ada juga risiko memperoleh unit yang kualitasnya di bawah standar.

Singkatnya, pengalaman tiap pengguna bisa sangat berbeda, antara puas atau justru kecewa.

Efek dari julukan ini cukup signifikan. Banyak calon pembeli yang ragu, bahkan menghindari brand Xiaomi karena khawatir akan mendapatkan produk bermasalah.

BACA JUGA:Elektronik Rusak Karena Petir ? Coba Lakukan Cara Ini di Rumah

BACA JUGA:Kupas Tuntas Kopi Hitam ! Ini Bedanya Long Black, Americano, dan Kopi Tubruk Indonesia

Padahal, Xiaomi juga memiliki basis pengguna yang fanatik dan jumlah penjualan yang terus meningkat di berbagai negara. Untuk memahami lebih jauh, mari kita lihat faktor-faktor yang membuat julukan ini muncul.

• Xiaomi

Didirikan oleh Lei Jun pada tahun 2010, Xiaomi awalnya hanyalah perusahaan rintisan di bidang teknologi. Namun, dengan strategi harga agresif dan pemasaran digital yang cerdas, Xiaomi dengan cepat berkembang menjadi salah satu raksasa elektronik global. Produk mereka kini mencakup smartphone, laptop, tablet, smartwatch, perangkat rumah pintar, hingga robotika dan otomotif.

Keunggulan Xiaomi terletak pada "value for money", yaitu harga terjangkau dengan spesifikasi yang kerap lebih tinggi dibanding pesaing di kelas yang sama. Inilah yang membuat Xiaomi populer di pasar negara berkembang seperti India, Indonesia, dan beberapa wilayah Afrika. Meski begitu, ada harga yang harus dibayar dari strategi ini, yakni tantangan dalam menjaga konsistensi kualitas.

• Hardware

Keluhan mengenai hardware sudah lama membayangi Xiaomi. Salah satu kasus besar adalah mati total (matot) yang dialami POCO X3 Pro dan POCO F3, yang disebabkan oleh kerusakan CPU, motherboard, atau masalah panas berlebih. Bahkan seri flagship seperti Xiaomi 14 pun tak lepas dari masalah, seperti kamera belakang yang berembun meski memiliki sertifikasi tahan air.

Menariknya, meski sering bermasalah, Xiaomi cukup cepat dalam memberikan solusi berupa layanan garansi atau penggantian unit. Hal ini membuat sebagian pengguna tetap bertahan, walaupun pengalaman awal mereka mengecewakan.

• Software dan MIUI

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan