Baca Koran curupekspress Online - bacakorancurup.com

Ducati Dominasi 6 Musim di MotoGP Berturut-turut

IST Ilustrasi Ducati.--

BACAKORANCURUP.COM - Ducati kembali menegaskan hegemoninya di MotoGP. Kemenangan Marc Marquez pada Sprint Race Catalunya 2025 langsung mengunci gelar Juara Manufaktur lebih awal.

Tentu, kemenangan tersebut otomatis memperpanjang catatan emas menjadi enam musim berturut-turut dan menahbiskan pabrikan Italia itu sebagai penguasa era modern.

Pada balapan Sprint tersebut, Ducati meraih tambahan 12 poin berkat podium pertama Marc Marquez. Sementara itu, pesaing terdekatnya, Aprilia, hanya mendapatkan 1 poin dari hasil finis Ai Ogura di posisi kesembilan. KTM sedikit lebih beruntung setelah Pedro Acosta finis keempat dan meraih 6 poin.

Dengan total 516 poin yang telah dikumpulkan, Ducati unggul jauh 287 poin dari Aprilia, sehingga posisinya tidak mungkin lagi terkejar.

Hingga Sprint Race Catalunya, tiga pembalap Ducati yang memberikan kontribusi besar terhadap poin maksimum di klasemen konstruktor adalah Marc Marquez, Alex Marquez, dan Francesco “Pecco” Bagnaia.

Di Montmelo, Gigi Dall'Igna selaku Direktur departemen balap Ducati Corse, merayakan gelar keenam berturut-turut Ducati di kategori konstruktor.

Namun, insinyur asal Venesia itu tidak menutup mata terhadap isu penting lainnya, seperti: perjuangan Bagnaia, peningkatan performa para rival, serta unjuk kekuatan Marc Marquez.

Ducati kini tengah menikmati masa keemasan bersejarah dengan enam gelar manufaktur berturut-turut (2020–2025), sekaligus mencatat tujuh gelar di kelas utama. Meski begitu, Dall'Igna menegaskan bahwa tidak ada jaminan untuk masa depan.

“Kami sangat senang bisa memenangkan gelar dunia keenam secara berturut-turut. Angka-angka ini semakin mengesankan setiap tahun,” ujar Dall'Igna.

Ia pun mengakui dominasi Ducati saat ini berada di puncaknya, namun tetap mengingatkan bahwa situasi bisa berubah di masa depan.

"Tidak pernah mudah, terutama di MotoGP. Performa kami saat ini memang sangat baik, tapi kami sadar ini tidak akan selalu terulang. Lawan semakin kuat dan semakin dekat dari balapan ke balapan," tambahnya.

Bos Ducati Corse itu juga menyinggung beratnya tantangan mempertahankan dominasi di era modern.

“Cepat atau lambat, saya harus menyerah. Tahun depan saya akan berusia 60 tahun. Menang itu sulit, dan mempertahankan kemenangan jauh lebih sulit. Ketika hasil tidak sesuai harapan, sulit untuk memotivasi orang-orang. Menjadi kompetitif itu sudah berat, tetapi tetap kompetitif jauh lebih berat lagi,” tegas Dall'Igna.

Pada akhirnya, Dall'Igna juga menyoroti perbedaan Marc Marquez dibandingkan pembalap Ducati lainnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan