Moto3 Bakal Pakai Mesin Dua Silinder 780cc
Ist Moto3.--
BACAKORANCURUP.COM - Pada tahun 2028 mendatang rencananya kelas Moto3 Grand Prix akan beralih ke mesin dua silinder 780cc dengan sasis Kalex. Tentu ini akan berpotensi mengubah peta persaingan sekaligus untuk mendekatkan performa motor Moto3 ke level Moto2.
Sebelumnya Moto3 menggunakan mesin 250cc satu silinder.
Disisi lain Honda dan KTM sejak awal musim 2025 telah mengajukan proposal untuk menjadi pemasok mesin di kelas Moto3. Kedua pabrikan tersebut juga memiliki kejuaraan kelas kadet yang bisa mengarahkan pembalap muda terbaik menuju ke Grand Prix.
Rumor yang beredar menyebutkan akan adanya perubahan peta persaingan pabrikan mesin. Rencananya, motor kelas Moto3 akan menggunakan mesin dua silinder produksi massal dengan kapasitas maksimal 780cc, yang mampu menghasilkan tenaga hingga 90 hp, namun dengan harga tak lebih dari €50.000 (Rp970,2 juta).
Pasca Grand Prix Misano 2025, isu lain juga berkembang bahwa Moto3 akan segera beralih ke sasis buatan Kalex, pabrikan yang mendominasi kelas Moto2 2025. Sedangkan motor yang diperkirakan akan menjadi acuan adalah Yamaha YZF-R7 dengan konfigurasi dua silinder CP2, kapasitas mesin 780cc.
Jika rencana ini disepakati seluruh tim Moto3, kemungkinan besar akan menyelesaikan kesenjangan masalah tenaga yang dihasilkan, terutama terkait jarak ledakan tenaga maksimal dengan kelas Moto2.
Saat ini, motor Moto3 berbasis satu silinder 250cc mampu menghasilkan tenaga 60 hp. Sementara motor Moto2 menggunakan mesin Triumph 765cc tiga silinder dengan tenaga mencapai 140 hp.
Sebagai perbandingan, Yamaha YZF-R7 memiliki mesin dua silinder 780cc dengan tenaga 90 hp untuk versi balap, dan 72 hp untuk versi standar pabrikan.
Artinya, selisih tenaga maksimal antara Moto3 saat ini dengan Yamaha R7 mencapai 12 hp (standar pabrikan) hingga 22 hp (versi balap). Namun, Yamaha R7 masih lebih rendah sekitar 50 hp dibandingkan tenaga maksimal motor Moto2.
Selain regulasi mesin dan sasis baru untuk Moto3 pada tahun 2028, Dorna juga dikabarkan berencana memisahkan paddock kelas utama MotoGP dengan kelas Moto2 dan Moto3.
Konsep ini disebut mengacu pada gaya kejuaraan Formula 1 yang dikelola Liberty Media, dengan fokus lebih besar pada kelas utama sepanjang balapan akhir pekan.