Baca Koran curupekspress Online - bacakorancurup.com

Saingi Nvidia, Huawei Luncurkan Chip Sistem Komputasi Terkuat di Dunia

ist Logo Huawei.--

BACAKORANCURUP.COM - Huawei mengumumkan rencana peluncuran sistem komputasi kecerdasan buatan (AI) terbaru yang digadang-gadang sebagai yang terkuat di dunia, dalam upaya menyaingi dominasi Nvidia di pasar chip AI global. 

Raksasa teknologi asal Tiongkok ini akan meluncurkan “Atlas 950 SuperCluster” tahun depan, dibangun menggunakan chip Ascend buatan dalam negeri. 

Sistem ini dirancang untuk menandingi dan bahkan melampaui sistem Nvidia yang akan datang, di tengah upaya pemerintah Tiongkok memperkuat kemandirian teknologi nasional di tengah tekanan dan sanksi dari Amerika Serikat.

Huawei juga mengumumkan akan merilis tiga versi baru chip Ascend hingga tahun 2028, dengan janji menggandakan kemampuan komputasi setiap tahunnya dilansir dari CNBC. 

BACA JUGA:Inilah Huawei Watch Ultimate 2, Jam Tangan Pintar dengan Fitur Eksklusif untuk Penyelam !

BACA JUGA:Hilux Rangga 2025 Resmi Rilis ! Inilah Varian dan Daftar Harga Lengkap

“Huawei mengklaim bahwa supernode Atlas 950 akan memiliki kekuatan komputasi 6,7 kali lebih besar dibanding sistem NVL144 dari Nvidia yang juga dijadwalkan rilis tahun depan,” ujar Eric Xu, Wakil Chairman dan Chairman bergilir Huawei, dalam pembukaan acara tahunan Huawei Connect di Shanghai, Kamis lalu. 

Menurut Huawei, satu supernode Atlas 950 akan mendukung hingga 8.192 chip Ascend, dan keseluruhan sistem SuperCluster akan menggunakan lebih dari 500.000 chip. 

Versi yang lebih canggih, Atlas 960, dijadwalkan rilis pada 2027 dan akan mendukung hingga 15.488 chip per node, dengan total lebih dari 1 juta chip dalam satu supercluster. 

Huawei mengklaim bahwa sistem barunya akan melampaui kekuatan komputasi superkomputer Colossus milik xAI, perusahaan AI besutan Elon Musk, dengan performa 1,3 kali lebih tinggi. 

Meski belum jelas bagaimana sistem ini dibandingkan secara langsung dengan chip Nvidia dari sisi efisiensi atau daya guna, ambisi Huawei untuk memimpin di ranah AI global semakin nyata. 

“Daya komputasi adalah dan akan terus menjadi kunci dalam pengembangan AI,” kata Xu. Ia juga menekankan pentingnya desain sistem untuk mengatasi keterbatasan teknis akibat sanksi AS. Langkah ini datang di tengah meningkatnya tekanan terhadap Nvidia di pasar Tiongkok. 

Pemerintah China dikabarkan memperpanjang penyelidikan atas dugaan praktik monopoli oleh Nvidia dan memerintahkan perusahaan teknologi lokal untuk menghentikan pengujian serta pemesanan chip Nvidia RTX Pro 6000D. 

Meskipun setiap chip Ascend secara individu hanya memberikan sekitar sepertiga performa chip Nvidia, Huawei menggunakan pendekatan skala besar dengan menggabungkan ribuan chip untuk menghasilkan kemampuan komputasi yang setara, bahkan melebihi sistem Nvidia, menurut analisis dari firma riset SemiAnalysis. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan