Baca Koran curupekspress Online - bacakorancurup.com

Mengapa Gen Z Lebih Suka Liburan Mendadak ? Ini Alasannya

IST Liburan ala gen z--

BACAKORANCURUP.COM - Generasi Z dikenal memiliki pola pikir yang berbeda dalam banyak hal, termasuk saat merencanakan liburan.

Jika generasi sebelumnya lebih suka menyusun jadwal secara matang, Gen Z justru cenderung spontan. Hal ini ditegaskan dalam sebuah penelitian terbaru yang menunjukkan bahwa bagi mereka, tahap perencanaan sering kali bukan prioritas utama.

Menyatukan jadwal libur dengan teman, mempertimbangkan kondisi finansial, serta menentukan destinasi melalui diskusi grup sering berakhir buntu.

Tidak jarang, pembicaraan soal liburan di ruang obrolan pun menguap begitu saja tanpa hasil. Situasi inilah yang mendorong banyak anak muda untuk bersikap lebih fleksibel, bahkan memilih meninggalkan diskusi kelompok dan memutuskan berangkat sendirian.

BACA JUGA:Mitos atau Fakta, Susu Cap Beruang Ampuh Membersihkan Paru-Paru ?

BACA JUGA:Kenapa Tidur di Mobil Bisa Berakibat Fatal ? Waspadai Keracunan CO

Fenomena ini diperkuat oleh studi yang dilakukan tim ahli perjalanan easyJet. Mereka menemukan bahwa lebih dari separuh masyarakat Inggris, tepatnya 57 persen, kini mulai mempertimbangkan perjalanan solo.

Paul Bixby, Chief Commercial Officer easyJet Holidays, menekankan bahwa riset tersebut menjadi bukti adanya perubahan besar dalam kebiasaan bepergian.

Menurutnya, meskipun banyak orang tetap memilih paket liburan karena alasan kenyamanan dan keandalan, ada pula kelompok lain yang mengutamakan kebebasan dan spontanitas. Kebiasaan ini menggambarkan keragaman pola berlibur, sebagian orang menyiapkan rencana sejak lama, sementara lainnya memilih gaya perjalanan tanpa banyak perencanaan.

Menariknya, budaya bepergian secara mendadak awalnya muncul dari Gen X, namun tren itu kini diwariskan dan semakin populer di kalangan milenial serta Gen Z.

Beberapa faktor utama yang melatarbelakanginya antara lain efisiensi biaya (60 persen), kemudahan dalam melakukan pemesanan (56 persen), serta ketenangan pikiran karena tidak perlu mengatur banyak hal (38 persen). Perjalanan solo bukan hanya soal bersantai, tetapi juga dipandang sebagai momen berharga untuk mengasah kemandirian, meningkatkan rasa percaya diri, sekaligus membuka kesempatan untuk berkembang secara pribadi.

Selain perjalanan domestik, wisata ke luar negeri juga kian diminati. Hotel-hotel bahkan kini menjadi tempat pertemuan generasi muda untuk menjalin koneksi baru dengan sesama pelancong, lalu melanjutkan perjalanan bersama ke destinasi internasional.

Kawasan Asia Tenggara, Amerika Selatan, hingga Eropa menjadi tujuan favorit, dengan biaya yang semakin terjangkau berkat tren ini. Perubahan gaya bepergian tersebut memberi ruang bagi anak muda untuk menjelajahi tempat-tempat eksotis yang sebelumnya mungkin sulit mereka jangkau.

Penelitian easyJet juga menemukan bahwa semakin muda seseorang, semakin cepat pula mereka mengambil keputusan terkait perjalanan berikutnya. Gen Z, misalnya, rata-rata melakukan pemesanan hanya 11,5 minggu sebelum keberangkatan.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan