Juventus Disebut Belum Siap Rebut Scudetto
ist Pemain Juventus.--
BACAKORANCURUP.COM - Juventus yang menjadi tim asuhan Igor Tudor belum cukup kuat untuk bersaing merebut gelar Scudetto musim ini. Hal ini disampaikan Legenda Serie A Antonio Di Natale dalam wawancara dilansir Tuttosport, 8 Oktober 2025.
Dalam kesempatan itu Di Natale mengulas kondisi Juventus, persaingan di papan atas Serie A, serta masalah yang masih membayangi tim asal Turin tersebut.
Menurut Di Natale, ada empat tim yang pantas diperhitungkan dalam perebutan Scudetto 2025/26. Tapi Juventus tidak termasuk di dalamnya.
“Saya masih mencintai sepak bola. Meski sekarang tidak sama lagi seperti era saya dulu. Di Italia sekarang kualitasnya tidak sebanyak sebelumnya,” ujarnya.
“Saya suka Napoli dan Milan. Tapi Inter juga berbahaya dalam perburuan gelar. Selain itu, Roma asuhan Gasperini juga menarik untuk diperhatikan,” tambahnya.
Ketika ditanya apakah Juventus masuk dalam persaingan juara, Di Natale dengan tegas menjawab, “Tidak, saya rasa mereka belum siap bertarung untuk gelar Serie A. Namun mereka punya modal untuk lolos ke Liga Champions dan tampil bagus di Eropa," katanya.
Ia melanjutkan, " Dua hasil imbang melawan Borussia Dortmund dan Villarreal. Itu bukan sesuatu yang buruk."
Juventus mengawali musim dengan menjanjikan. Namun menjelang jeda internasional Oktober, performa mereka menurun dengan catatan lima hasil imbang beruntun di Serie A dan Liga Champions.Catatan tersebut membuat Tudor mendapat perbandingan langsung dengan Thiago Motta, pelatih musim lalu, yang pada periode awal memiliki rekor identik.
“Kalau Anda Juventus dan bermain imbang lima kali berturut-turut, itu masalah psikologis. Tapi saya yakin Tudor bisa memulihkan tim,” kata Di Natale.
Menurut Di Natale, kelemahan terbesar Juventus saat ini ada di lini depan. Kehadiran Jonathan David dan Loïs Openda dinilai masih butuh waktu untuk beradaptasi. Apalagi mereka datang dari liga lain.
“Ada kekurangan hierarki di lini depan. David dan Openda baru datang dari liga berbeda. Itu butuh waktu. Saya dulu juga punya banyak rekan setim dari berbagai negara di Udinese. Mereka yang berkualitas pada akhirnya bisa bersinar, meski tidak langsung,” jelasnya.
Meski begitu, Di Natale menegaskan bahwa pilihan utama Juventus di lini depan seharusnya tetap Dusan Vlahovic.
“Vlahovic tak diragukan lagi. Ia tampil luar biasa di Fiorentina dan selalu mencetak dua digit gol tiap musim. Sejak pindah ke Juve, memang ia tidak pernah mencetak 30 gol semusim. Tapi dia tetap pemain hebat, sosok yang bisa membuat perbedaan di Serie A,” tegas Di Natale.
Komentar Di Natale menyoroti dilema Juventus musim ini: memiliki penyerang berkelas namun belum menemukan konsistensi tim.