Tak Tunjukkan Progres, BGN Hapus 1.414 Usulan Dapur MBG
BACAKORANCURUP.COM - Badan Gizi Nasional (BGN) menghapus lebih dari seribu usulan dapur Mitra Bangun Gizi (MBG) setelah hasil evaluasi menunjukkan sejumlah pengajuan tidak mengalami perkembangan signifikan selama lebih dari satu bulan. Langkah itu diambil untuk memberi kesempatan bagi calon mitra lain yang dinilai lebih siap dan berkomitmen membangun dapur gizi. Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya menjelaskan bahwa penghapusan ribuan usulan dapur MBG dilakukan setelah melewati proses evaluasi ketat terhadap seluruh calon mitra pelaksana program.
Dari hasil peninjauan tersebut, sebanyak 1.414 usulan SPPG (Satuan Pelaksana Pembangunan Gizi) dinyatakan dihapus karena tidak menunjukkan perkembangan selama lebih dari 45 hari. Menurut Sony, kebijakan ini bertujuan agar proses pengembangan program MBG tetap berjalan efektif tanpa terhambat oleh pengajuan yang stagnan.
“Usulan yang tidak menunjukkan progres dalam waktu lama akan menghambat calon mitra lain. Padahal, mitra lain tersebut lebih serius ingin membangun SPPG untuk mendukung program MBG,” kata Sony dalam keterangan resminya, kemarin.
BACA JUGA:9 Balita Jadi Korban Keracunan MBG di Tasikmalaya, Ini Kata BGN
BACA JUGA:Perpres MBG Tak Kunjung Dikeluarkan, Ini Kata Mensesneg
Ia menjelaskan bahwa proses pengajuan SPPG terdiri dari dua tahapan utama, yakni verifikasi pengajuan dan persiapan pembangunan. Hanya calon mitra yang telah melewati tahap verifikasi yang diperbolehkan melanjutkan ke tahap pembangunan atau renovasi bangunan menjadi dapur MBG.
“Calon mitra yang belum lolos verifikasi tidak diperkenankan melakukan pembangunan atau renovasi sebelum memperoleh persetujuan resmi dari BGN,” tegas Sony.
Setelah proses evaluasi ini rampung, pendaftaran untuk mitra baru akan dibuka kembali secara bertahap. Namun, kesempatan tersebut hanya diberikan kepada wilayah kecamatan yang masih kekurangan fasilitas dapur MBG berdasarkan kebutuhan dan jumlah penerima manfaat di daerah masing-masing. Program MBG (Mitra Bangun Gizi) sendiri menargetkan kelompok penerima manfaat seperti balita, ibu hamil dan menyusui, serta peserta didik di tingkat sekolah dasar hingga menengah.
BACA JUGA:Realisasi Tak Membaik hingga Akhir Oktober, Menkeu Ancam Potong Anggaran MBG
BACA JUGA:32 Dapur MBG Akan Segera Beroperasi di Rejang Lebong, Ini Rinciannya
“Evaluasi ini menjadi komitmen BGN dan tindak lanjut dari adanya peristiwa keracunan sejumlah siswa di berbagai sekolah,” ujar Sony.