Libur Nataru Jadi Momentum Dongkrak Wisata, Dispar Rejang Lebong Targetkan Lonjakan Pengunjung
Dmhb curup-Ist-
BACAKORANCURUP.COM - Dinas Pariwisata Kabupaten Rejang Lebong berharap momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi unggulan di daerah tersebut.
Kepala Dinas Pariwisata Rejang Lebong, Riki Irawan, mengatakan periode libur panjang akhir tahun merupakan peluang strategis untuk mendongkrak sektor pariwisata sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
“Libur Nataru ini momentum yang sangat baik. Kami berharap jumlah kunjungan wisata ke Rejang Lebong bisa meningkat dibandingkan hari biasa,” ujar Riki.
BACA JUGA:Pemkab Rejang Lebong Berlakukan WFA bagi ASN Selama Libur Nataru
BACA JUGA:Tahun Baru 2026, Ini Imbauan BMKG Terbaru
Menurutnya, untuk menarik minat wisatawan, Dinas Pariwisata akan melakukan berbagai upaya promosi, salah satunya dengan menggandeng influencer dan kreator konten digital. Langkah tersebut dinilai efektif untuk memperluas jangkauan promosi pariwisata Rejang Lebong, khususnya di kalangan generasi muda.
“Kami akan menggandeng influencer untuk membantu mempromosikan destinasi wisata kita. Harapannya, Rejang Lebong semakin dikenal dan menjadi pilihan wisata selama libur akhir tahun,” jelasnya.
Riki menambahkan, selain promosi, pihaknya juga mendorong pengelola destinasi wisata agar meningkatkan pelayanan dan kenyamanan pengunjung, sehingga wisatawan yang datang merasa puas dan tertarik untuk kembali.
BACA JUGA:Tahun Baru 2026, Ini Imbauan BMKG Terbaru
BACA JUGA:Pemkab Rejang Lebong Berlakukan WFA bagi ASN Selama Libur Nataru
Sementara itu, Bupati Rejang Lebong, H. M. Fikri, SE, M.AP, menekankan pentingnya pengelolaan pendapatan daerah dari sektor pariwisata selama libur Nataru. Ia meminta Dinas Pariwisata bersama Bidang Pendapatan dan Penagihan Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) menyusun laporan pendapatan secara rinci.
“Saya minta laporan PAD dari sektor pariwisata dibuat secara lengkap dan sesuai fakta di lapangan, baik dari retribusi masuk maupun retribusi parkir di lokasi wisata,” tegas Fikri.
Laporan tersebut, lanjut Fikri, akan menjadi bahan evaluasi untuk mengetahui seberapa besar kontribusi sektor pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah selama libur Nataru.
“Laporan itu harus diserahkan ke saya agar bisa dianalisis dan menjadi dasar pengambilan kebijakan ke depan,” katanya.