Warga Diminta Waspada Penyakit Musim Pancaroba
Kadis Dinkes Rejang Lebong -Ist-
BACAKORANCURUP.COM - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rejang Lebong mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap ancaman penyakit yang rentan muncul pada masa peralihan musim atau pancaroba. Perubahan cuaca yang tidak menentu dinilai berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan di tengah masyarakat.
Plt Kepala Dinkes Rejang Lebong, drg. Asep Setia Budiman, mengatakan musim pancaroba kerap diikuti meningkatnya sejumlah kasus penyakit, terutama yang berkaitan dengan kebersihan lingkungan dan daya tahan tubuh.
“Perubahan suhu dan cuaca yang ekstrem membuat tubuh lebih rentan terserang penyakit. Karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan,” ujarnya.
Ia menyebutkan, beberapa penyakit yang menjadi perhatian Dinkes pada periode ini di antaranya diare, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), serta penyakit yang ditularkan melalui nyamuk seperti demam berdarah dengue (DBD), chikungunya, dan zika.
Menurut Asep, meningkatnya curah hujan dapat memicu genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Sementara itu, pola makan dan kebersihan yang kurang terjaga juga dapat memperbesar risiko diare dan ISPA.
Untuk mencegah peningkatan kasus, Dinkes Rejang Lebong telah menginstruksikan seluruh puskesmas di 15 kecamatan agar aktif melakukan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Salah satu langkah utama yang ditekankan adalah penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).
“Masyarakat kami imbau rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk, menjaga kebersihan lingkungan, serta memastikan makanan dan minuman yang dikonsumsi higienis,” jelasnya.
Selain itu, warga juga diminta untuk menguras dan menutup tempat penampungan air, mengelola barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, serta menggunakan bubuk abate bila diperlukan.
Dinkes berharap kesadaran masyarakat dapat menjadi kunci utama dalam mencegah merebaknya penyakit di musim pancaroba. Dengan langkah pencegahan yang sederhana namun konsisten, risiko gangguan kesehatan diharapkan dapat ditekan.
“Menjaga kesehatan adalah tanggung jawab bersama. Jika lingkungan bersih dan pola hidup sehat diterapkan, potensi penyakit bisa diminimalisir,” pungkas Asep.