Rupiah Menguat, IHSG Naik 7,57 Persen
Rupiah Menguat, IHSG Naik 7,57 Persen -Ist-
BACAKORANCURUP.COM - Pasar keuangan Indonesia menunjukkan sinyal pemulihan setelah sempat mengalami tekanan dalam beberapa pekan terakhir.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah kompak menguat pada perdagangan Selasa, 9 Juni 2026, mencerminkan mulai pulihnya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi nasional.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan IHSG ditutup melonjak 7,57 persen ke level 5.746. Pada saat yang sama, rupiah di pasar spot menguat ke posisi Rp18.050 per dolar Amerika Serikat (AS), atau terapresiasi 120 poin dibandingkan posisi pembukaan yang berada di level Rp18.170 per dolar AS.
Penguatan serentak di pasar saham dan pasar valuta asing tersebut terjadi setelah pemerintah, Bank Indonesia, dan otoritas keuangan mengambil sejumlah langkah untuk menjaga stabilitas ekonomi serta meredam sentimen negatif yang sempat menekan pasar.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah meningkatkan daya tarik instrumen investasi berbasis rupiah melalui penguatan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
Kebijakan tersebut ditujukan untuk menarik kembali aliran modal asing ke dalam negeri sekaligus memperkuat pasokan valuta asing di pasar domestik.
Sebelumnya, Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga SRBI untuk berbagai tenor. Pada 13 Mei lalu, suku bunga SRBI tenor enam bulan, sembilan bulan, dan 12 bulan masing-masing naik menjadi 6,21 persen, 6,31 persen, dan 6,45 persen.
Di sisi lain, tingkat imbal hasil SBN juga tetap terjaga. Kementerian Keuangan mencatat yield SBN rupiah berada di level 6,67 persen, sementara SBN dolar AS tercatat sebesar 5,42 persen.
Selain memperkuat instrumen investasi, pemerintah dan Bank Indonesia juga menjaga kecukupan likuiditas melalui pengelolaan kas pemerintah dan koordinasi kebijakan fiskal-moneter yang lebih erat.
Langkah lanjutan dilakukan melalui keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mingguan Bank Indonesia pada 9 Juni 2026 yang menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen.
Suku bunga Deposit Facility turut naik menjadi 4,50 persen dan Lending Facility menjadi 6,25 persen.
Bank Indonesia menyatakan kebijakan tersebut bertujuan memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global, terutama akibat konflik Timur Tengah, sekaligus menjaga inflasi tetap berada dalam sasaran pemerintah sebesar 2,5±1 persen pada 2026 dan 2027.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai sinergi kebijakan yang dilakukan pemerintah dan bank sentral mulai mendapatkan respons positif dari pasar.