Baca Koran curupekspress Online - bacakorancurup.com

Viral Tendangan 'Kung Fu' Hilmi di Liga 4 Jatim

Muhammad Hilmi, diputus kontrak klub Putra Jaya Pasuruan usai melakukan pelanggaran ala tendangan Kung Fu dalam laga 32 Besar Liga 4.-ist-

BACAKORANCURUP.COM - Pemain Sepak Bola, Muhammad Hilmi, diputus kontrak klub Putra Jaya Pasuruan usai melakukan pelanggaran ala tendangan Kung Fu dalam laga 32 Besar Liga 4. Putra Jaya Pasuruan langsung memutus kontrak Hilmi yang menendang ala kung fu Firman Nugraha, pemain Perseta Tulungagung dalam laga Liga 4 Jatim atau Jawa Timur viral di media sosial. 

Aksi tersebut berujung pada pemberhentian salah satu pemain Putra Jaya Pasuruan, Muhammad Hilmi Gimnastiar. Insiden terjadi pada pertandingan Putra Jaya Pasuruan melawan Perseta Tulungagung dalam lanjutan babak 32 besar Liga 4 Jatim yang digelar di Stadion Gelora Bangkalan, Madura, Senin, 5 Januari 2026 kemarin.  

Pertandingan itu berlangsung timpang sejak awal. Putra Jaya Pasuruan tertinggal 0-4 dari Perseta Tulungagung ketika laga memasuki menit ke-71. Dalam situasi tertinggal, pemain Putra Jaya Pasuruan, Muhammad Hilmi Gimnastiar, bermain bak pesilat. Tak ada itikad sportmanship yang ditunjukkan Hilmi saat berusaha merebut bola dari pemain Perseta, Firman Nugraha. Wasit yang memimpin laga tanpa ragu mengambil tindakan tegas memberi straight red card atau kartu merah kepada Hilimi. Wasit langsung mengusir Muhammad Hilmi, pemain bernomor 23 itu keluar lapangan. 

BACA JUGA: Pasangan Marwan/Aisyah Debut di BWF Super 1000

BACA JUGA:Inter Milan Hajar Bologna 3-1, Nerazzurri Kembali Rebut Capolista

Keputusan tersebut sempat memicu reaksi keras dari sejumlah pemain dan ofisial, namun situasi berhasil dikendalikan sebelum berkembang menjadi kericuhan yang lebih besar. Tim medis segera memasuki lapangan untuk memberikan pertolongan pertama kepada korban yang mengalami memar di bagian dada. Setelah mendapat penanganan awal, pemain Perseta tersebut ditandu ke luar lapangan untuk pemeriksaan lanjutan. 

Aksi tak terpuji itu diduga dipicu oleh kondisi pertandingan yang tidak menguntungkan bagi Putra Jaya Pasuruan.Saat insiden terjadi, Putra Jaya Pasuruan sudah tertinggal jauh dengan skor 0-4 oleh Perseta Tulungagung. Hingga laga berakhir, Perseta Tulungagung memastikan kemenangan telak 7-2. 

Usai pertandingan, Firman mengungkapkan bahwa pelaku sempat menyampaikan permintaan maaf. Namun, ia menilai sikap tersebut belum menunjukkan penyesalan yang sungguh-sungguh. 

"Pemain sudah meminta maaf tapi agak tidak ada itikadnya," kata Firman saat ditanya soal permintaan maaf dari Hilmi. 

Rekaman video insiden tersebut kemudian tersebar luas di media sosial dan menuai kecaman dari warganet, terutama pecinta sepak bola Jawa Timur. Selain itu, Manajemen Putra Jaya Pasuruan langsung mengambil langkah tegas dengan memecat Muhammad Hilmi Gimnastiar dari tim. Kontrak Hilmi diputus dan  diumumkan melalui surat resmi klub yang diunggah di akun Instagram PS Putra Jaya Sumurwaru pada hari yang sama. 

BACA JUGA:Putri KW Satu-satunya Wakil Tunggal Putri Indonesia di Malaysia Open 2026

BACA JUGA:Muhammadiyah Tetapkan Ramadhan 1447 Mulai Tanggal 18 Februari

Dalam surat bernomor PSPJ/02/05-01-2026 tersebut, manajemen menyatakan bahwa keputusan pemberhentian diambil karena tindakan Hilmi dinilai tidak sesuai dengan asas sepak bola dan melanggar prinsip sportivitas. Klub juga secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak, khususnya kepada Perseta Tulungagung dan pemain yang menjadi korban. 

"Dengan adanya Kejadian Laga liga 4 babak 32 besar Zona Jatim Antara PS. Putra Jaya Sumurwaru tertanggal 05 Januari 2026 Pukul 14.36 WIB di stadion Bangkalan Madura yang menyebabkan Cideranya Pemain Perseta 1970," tulis Sura Keterangan dair PS Putra Jaya. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan