Nerazzurri Jauhi Kejaran AC Milan, Usai Kalahkan Parma 2-0
Laga Inter Parma-ist-
BACAKORANCURUP.COM - Nerazzurri sebutan Inter Milan mempertahankan posisi capolista di Serie A setelah meraih kemenangan 2-0 atas Parma. Betanding di Stadion Ennio Tardini pada Kamis, 8 Januari 2026 sebanyak dua gol berhasil dilesatkan oleh Federico Dimarco dan Marcus Thuram. Itu menjadi kemenangan keenam beruntun Nerazzurri di Serie A. Mengukuhkan mereka di puncak dengan 42 poin, unggul 4 poin atas pesaing terdekatnya, AC Milan.
Pertandingan pekan ke-19 itu menjadi momentum emosional bagi pelatih Nerazzurri Cristian Chivu. Karena ia kembali ke klub yang dilatihnya musim lalu. Namun, alih-alih nostalgia, ia memilih bicara soal betapa menantangnya Serie A.
"Bermain di Serie A tidak pernah mudah. Anda selalu harus membuktikan diri di setiap pertandingan," kata Chivu kepada Sky Sport Italia. Ia merujuk pada Napoli yang ditahan imbang Verona 2-2 beberapa jam sebelumnya.
"Kondisi cuaca membuat pertandingan malam ini menjadi sangat sulit. Tetapi kami bermain dengan matang, mencoba menembus pertahanan rapat mereka, dan melakukan lebih banyak umpan silang daripada laga-laga sebelumnya," ulas Chivu.
BACA JUGA: Fajar/Fikri Siap Berlaga di Malaysia Open 2026
BACA JUGA: Kepala Pemain UAD FC Kena Tendangan Kungfu, Sanksinya Ini
Posisi Inter di puncak klasemen memang relatif aman. Namun, jika AC Milan juga menang atas Genoa dini hari nanti, selisih poin akan terpangkas lagi. Dan perebutan Scudetto akan kembali sangat ketat.
"Statistik dan angka memang bagus untuk dibaca, tetapi yang terpenting adalah rasa lapar dan ambisi yang ditunjukkan di lapangan," tegas pelatih asal Rumania tersebut.
Inter Milan mendominasi permainan sejak menit awal. Mereka menciptakan beberapa peluang, termasuk sepakan Yann Aurel Bisseck yang mengenai mistar gawang pada menit ke-14.
Parma sendiri juga memiliki kesempatan dengan sepakan voli Jacob Ondrejka, namun gagal menembus gawang Nerazzurri yang dijaga oleh Yann Sommer. Kebuntuan tercetak pada menit ke-42 lewat gol Federico Dimarco. Pemain asal Italia ini berhasil menaklukkan kiper Parma, Edoardo Corvi, dengan sepakan ke tiang dekat setelah menerima umpan dari Francesco Pio Esposito.
Gol itu awalnya dianulir akibat dugaan offside, tetapi setelah dilakukan tinjauan VAR, gol Dimarco dinyatakan sah. Pada babak kedua, Nerazzurri tetap mengontrol jalannya pertandingan. Mereka memiliki beberapa peluang yang tidak berhasil dimaksimalkan hingga menit akhir.
Salah satu momentum kunci terjadi pada menit ke-67. Ketika Petar Sucic memiliki peluang emas. Ia sudah head-to-head dengan kiper Parma Edoardo Corvi, tetapi sepakannya melebar.
Marcus Thuram, yang masuk menggantikan Francesco Pio Esposito, menjadi sosok penting di penghujung pertandingan. Menjelang akhir, pada menit ke-90+7, ia menutup kemenangan Inter dengan gol keduanya. Memanfaatkan umpan lambung dari Nicolo Barella, Thuram mencungkil bola dengan indah ke gawang Parma, menggandakan keunggulan menjadi 2-0.
Gol pertama dari Thuram itu sempat mengalami kontroversi karena sebuah gol dari Ange-Yoan Bonny sebelumnya dianulir. Namun, penyerang asal Prancis itu sukses memastikan tiga poin penting bagi timnya. Dengan hasil itu, Inter Milan semakin mengukuhkan statusnya sebagai kandidat scudetto musim ini. Di sisi lain, Parma kini terjebak di peringkat ke-15 klasemen dengan hanya 18 poin.