Yamaha Duetkan Quartararo dan Toprak Razgatlioglu
Tim Yamaha --
BACAKORANCURUP.COM - Yamaha sedang menata masa depannya di MotoGP. Di balik sikap publik yang hati-hati, pabrikan asal Iwata itu diam-diam menyiapkan proyek revolusioner. Mereka berencana memasang duet Fabio Quartararo dan Toprak Razgatlioglu. Ditopang mesin M1-V4, mereka jadi senjata untuk mengguncang dominasi Ducati dan merebut kembali kejayaan pada MotoGP 2027.
Duo Quartararo-Toprak dirancang bukan hanya untuk performa di lintasan. Tetapi juga untuk menciptakan dampak media yang masif. Tujuannya jelas, menghidupkan kembali citra Yamaha. Yang dalam beberapa tahun terakhir kehilangan pangsa pasar motor global akibat dominasi Ducati. Fabio Quartararo, dalam beberapa musim terakhir, terus mengalami frustrasi akibat keterbatasan teknis motor. Meski demikian, ia tetap menjadi tulang punggung proyek pengembangan motor generasi baru Yamaha, M1-V4.
Juara dunia MotoGP 2021 itu, yang telah membela Yamaha sejak 2019, masih konsisten merepresentasikan identitas olahraga pabrikan Jepang tersebut. Sekaligus mempertahankan citranya sebagai ikon Yamaha di MotoGP. Namun, tanda-tanda ketidaksabarannya kini semakin terlihat. Pada musim 2025, Quartararo hanya berada di peringkat kesembilan klasemen pembalap.
BACA JUGA:Sambut Musim F1 2026 Ferrari Resmi Perkenalkan SF-26
BACA JUGA: Indonesia Raih Runner Up di ASEAN Para Games 2026 Thailand
Meski mampu meraih lima kali pole position, ia hanya berhasil mengonversinya menjadi satu podium, sebuah gambaran nyata keterbatasan struktural performa YZR-M1. Keputusan Yamaha untuk beralih ke konfigurasi mesin V4 mulai musim 2026 bertujuan mengatasi kelemahan mesin inline. Yang selama ini dianggap menjadi penghambat daya saing.Yamaha sepenuhnya menyadari bahwa revolusi teknologi itu membutuhkan waktu pengembangan yang tidak singkat. Waktu yang mungkin terasa terlalu lama bagi seorang pembalap dengan reputasi besar. Terutama ketika usia Quartararo mendekati 30 tahun.
Untuk menopang Quartararo, Yamaha telah menyiapkan pilar kedua dalam rencana jangka panjang mereka. Toprak Razgatlioglu didatangkan melalui tim satelit Pramac Racing. Ia adalah juara dunia World Superbike tiga kali, dengan karakter balap yang spektakuler dan karisma kuat. Pembalap asal Turki itu dipandang mampu menciptakan momentum serupa dengan yang dihasilkan Quartararo di awal karier MotoGP-nya. Meski demikian, Toprak masih harus membuktikan kapasitasnya di MotoGP pada musim 2026. Yamaha sudah memproyeksikan untuk memasangkannya dengan Quartararo di tim pabrikan secepatnya pada musim 2027.
Konsepnya sederhana: seorang pemimpin yang telah teruji dipadukan dengan bintang yang tengah naik daun. Guna mendorong pembaruan teknis dan kebangkitan performa olahraga Yamaha. Quartararo akan membawa pengalaman, kemampuan pengembangan motor, serta reputasi yang telah mapan. Sedangkan Razgatlioglu diharapkan menyuntikkan agresivitas, energi baru, dan sensasi yang mampu mengguncang hierarki di grid MotoGP.
Duet itu dirasa mampu untuk menantang pasangan pembalap pabrikan Ducati, Marc Marquez dan Francesco Bagnaia. Baik dari sisi performa di lintasan maupun daya tarik di mata penggemar MotoGP. Namun, proyek ambisius itu juga menyimpan keraguan. Yamaha masih bersikap sangat hati-hati dalam proses diskusi kontrak dengan Quartararo. Manajemen pabrikan Iwata menyadari bahwa segalanya akan bergantung pada potensi nyata motor M1-V4.
Jika motor tersebut mampu menunjukkan peluang kemenangan sejak musim 2026, Quartararo kemungkinan besar akan bersedia berkomitmen pada proyek jangka panjang ini. Namun, jika tidak, bahkan rencana paling ambisius untuk 2027 berisiko runtuh."Kami sudah mulai membahas masa depan secara internal, tetapi masih terlalu dini untuk membuat keputusan pasti," ujar kepala tim Monster Energy Yamaha, Massimo Meregalli, dikutip dari Crash.
"Kami sangat ingin melanjutkan kerja sama dengan Fabio (Quartararo, Red), jika dia ingin tetap bersama kami," tambah Meregalli.
BACA JUGA: AS Roma Berpeluang Lolos Langsung ke 16 Besar Europa League
BACA JUGA: Adnan/Indah Kalahkan Peringkat 11 Dunia di Indonesia Master 2026
Di luar paddock, rumor menyebutkan bahwa Quartararo tengah diincar oleh Honda, Aprilia, dan Ducati. Situasi ini berpotensi memicu persaingan finansial dan olahraga yang sangat ketat. Yamaha menyadari bahwa kehilangan Quartararo akan secara langsung menghancurkan rencana duet Quartararo–Razgatlioglu.