Setelah 10 Tahun, Putra Medan Kembali Tembus DBL All-Star
BACAKORANCURUP.COM - Jordan Marcellino Darma berhasil menghidupkan kembali cerita manis basket pelajar Medan yang sempat redup selama satu dekade terakhir.
Student athlete asal SMA Methodist 2 Medan resmi menjadi bagian dari skuad elite Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026. Sekaligus mengulang pencapaian bersejarah yang terakhir kali ditorehkan Juan Harsab Maulana pada 2016.
Nama Jordan memang sedang ramai diperbincangkan usai pengumuman skuad DBL All-Star musim ini. Bukan tanpa alasan, sebab sudah 10 tahun lamanya tidak ada campers putra asal Medan yang mampu menembus daftar pemain terbaik DBL Indonesia tersebut.
Sebelum Jordan, nama terakhir yang berhasil membawa harum basket Medan di level nasional adalah Juan Harsab Maulana, alumnus SMA Sutomo 1 Medan sekaligus bagian dari DBL All-Star 2016.
Setelah era itu berlalu, dominasi pemain DBL All-Star lebih banyak datang dari daerah seperti Bali, Sulawesi, Papua, hingga Pulau Jawa.
Kini, Jordan hadir membawa harapan baru. Ia seolah kembali menyalakan api semangat basket Medan yang sempat redup di persaingan nasional.
Perjalanan Jordan menuju titik ini pun jauh dari kata mudah. Bahkan, dalam dua musim sebelumnya, namanya belum pernah masuk radar First Team DBL North Sumatra.
Padahal, beberapa rekannya sudah lebih dulu berangkat ke DBL Camp pada musim-musim sebelumnya.
Jordan baru mendapat kesempatan tampil di DBL Camp pada musim ketiganya bermain di Honda DBL with Kopi Good Day, tepatnya pada 2025. Situasi itu membuat dirinya datang ke DBL Camp tanpa ekspektasi berlebihan.
Ia sadar persaingan di sana sangat ketat. Banyak pemain terbaik dari seluruh Indonesia berkumpul dan sama-sama mengejar satu mimpi: menjadi bagian dari DBL Indonesia All-Star.
Alih-alih memasang target tinggi, Jordan justru memilih menikmati proses. Ia datang dengan semangat belajar dan ingin menyerap sebanyak mungkin pengalaman baru selama menjalani camp.
Menariknya, pendekatan itu justru membuat Jordan tampil lepas. Ia berhasil melewati satu per satu tahapan seleksi hingga akhirnya masuk dalam daftar pemain terbaik nasional.
"Aku sudah pasrah, aku bilang ke diriku sendiri kalau misal nggak terpilih ya berarti bukan jalanku. Setidaknya aku sudah merasakan ini yang aku tunggu-tunggu dari lama," ungkapnya.