Larang Alat 'Ceper' Start di Tiga Sirkuit MotoGP
Larang Alat 'Ceper' Start di Tiga Sirkuit MotoGP-ist-
BACAKORANCURUP.COM - Demi meredam risiko kecelakaan fatal di tikungan pertama yang sempit dan berkecepatan tinggi. Race Direction secara resmi mengusulkan pelarangan penggunaan perangkat "ceper" saat start di tiga sirkuit ikonik, memicu perdebatan panas di garasi pabrikan menjelang era baru 2027.
Sebuah kabar krusial muncul dari meja regulasi MotoGP. Berdasarkan laporan Motorsport.com Spanyol, Race Direction MotoGP dikabarkan telah mengajukan usulan kepada tim kontestan untuk melarang penggunaan perangkat pengatur ketinggian motor (Ride-Height Device/RHD) atau holeshot device khusus saat prosedur start di tiga sirkuit spesifik: Le Mans (Prancis), Silverstone (Inggris), dan Phillip Island (Australia).
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan teknis. Race Direction menyoroti karakteristik desain di ketiga sirkuit tersebut yang memiliki jarak sangat pendek dari garis start menuju tikungan pertama (T1), atau memiliki tikungan pertama dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Le Mans: Memiliki run-to-turn-1 unik menuju Dunlop Chicane. Interaksi antar-pembalap dengan posisi motor yang "ceper" dianggap berisiko tinggi jika terjadi senggolan di zona pengereman yang sempit.
Silverstone & Phillip Island: Keduanya memiliki tikungan pertama tipe high-speed. Di Doohan Corner (T1 Phillip Island), pembalap seringkali tidak melakukan pengereman yang cukup keras untuk memicu sistem mekanis agar perangkat tersebut lepas.
Secara teknis, holeshot device hanya akan kembali ke posisi normal (terlepas) saat pembalap melakukan hard braking.
Jika motor melibas tikungan cepat dalam kondisi bagian belakang dan depan masih terkunci rendah, stabilitas motor akan terganggu dan berisiko fatal jika terjadi mass-crash saat start.
Urgensi usulan ini diperkuat oleh fakta yang menimpa Marco Bezzecchi pada balapan utama GP Le Mans lalu. Saat itu, terlihat percikan api di sisi kanan motor Bezzecchi akibat gesekan pelat penutup swing-arm karbon dengan aspal lintasan hingga Tikungan 3.
Hal ini terjadi karena Bezzecchi gagal menonaktifkan RHD, sehingga motor tetap dalam keadaan rendah. Pelat pelindung yang seharusnya melindungi swing-arm dari panas knalpot justru bergesekan dengan aspal lintasan.
Dalam kondisi kecepatan tinggi dan jarak antar-pembalap yang rapat selepas start, kegagalan mekanis seperti ini bisa jadi memicu kecelakaan beruntun yang membahayakan nyawa pembalap.