AC Milan Mulai Seleksi Pelatih Baru
AC Milan-ist-
BACAKORANCURUP.COM - Klub AC Milan dikabarkan mulai melakukan seleksi pelatih kepala baru. Pilihannya ada dua yakni antara Matthias Jaissle dan Oliver Glasner.
Namun, laporan terbaru menyebutkan bahwa Rossoneri (julukan AC Milan) kini lebih condong memilih Glasner sebagai kandidat utama. Ia diproyeksikan untuk menangani proyek baru di San Siro.
Sebelumnya, Rossoneri secara mengejutkan memutuskan untuk memecat pelatih Massimiliano Allegri, direktur olahraga Igli Tare, CEO Giorgio Furlani, hingga direktur teknis Geoffrey Moncada.
Keputusan tersebut menjadi sinyal bahwa AC Milan akan memasuki era baru dengan restrukturisasi menyeluruh.
Sebelumnya, AC Milan juga sempat dikaitkan dengan Andoni Iraola. Namun, pelatih asal Spanyol tersebut kini juga masuk radar Liverpool yang baru saja berpisah dengan Arne Slot. Sehingga persaingan mendapatkan pelatih berkualitas semakin ketat.
Saat ini, AC Milan hanya menyisakan dua kandidat utama. Menurut laporan Fabrizio Romano, sudah ada rencana pertemuan dengan Jaissle.
Namun, laporan dari La Gazzetta dello Sport dan Milan Press menyebut biaya pelepasan kontraknya dari Al-Ahli dinilai terlalu tinggi.
Di sisi lain, Glasner menjadi opsi yang lebih realistis, karena statusnya yang akan bebas kontrak pada 30 Juni mendatang setelah meninggalkan Crystal Palace. Selain tidak membutuhkan biaya transfer, Glasner juga memiliki reputasi yang kuat di Eropa.
Pelatih asal Austria tersebut baru saja membawa Crystal Palace menjuarai Conference League. Hasil itu menambah daftar prestasi sang pelatih setelah sebelumnya memenangkan Europa League bersama Eintracht Frankfurt pada 2021/2022.
Ia juga dikenal sebagai pelatih yang konsisten dengan sistem tiga bek, khususnya formasi 3-4-2-1, yang dianggap cocok dengan skema AC Milan saat ini.
Rossoneri sendiri dalam beberapa musim terakhir, termasuk di era Allegri, cukup sering menggunakan formasi tiga bek. Hal ini membuat adaptasi taktik Glasner dinilai akan berjalan lebih mulus dibandingkan kandidat lain.
Meski demikian, Glasner tetap harus beradaptasi dengan atmosfer sepak bola Italia yang dikenal sangat taktis dan kompetitif.
Jika resmi bergabung, ia akan dihadapkan pada tugas berat untuk mengembalikan AC Milan ke papan atas Serie A.
Glasner juga memiliki tugas untuk mengamankan tiket Liga Champions musim depan. Musim ini, AC Milan hanya finis di posisi kelima dan tampil di Liga Europa.