Jarang Diketahui, Kulit Ubi Ternyata Baik untuk Pencernaan dan Imunitas
Ubi bakar cilembu memiliki rasa manis yang khas dan banyak mengandung manfaat bagi kesehatan. Sumber foto @bunda_didi--
BACAKORANCURUP.COM - Ubi merupakan salah satu bahan pangan lokal yang sangat mudah ditemukan dan telah lama menjadi bagian dari pola konsumsi masyarakat Indonesia. Selain rasanya yang manis alami dan teksturnya yang lembut, ubi juga dikenal sebagai sumber karbohidrat yang kaya energi serta mudah diolah menjadi berbagai hidangan. Sayangnya, dalam praktik sehari-hari, banyak orang hanya memanfaatkan bagian dagingnya saja dan langsung membuang kulit ubi. Padahal, tanpa disadari, kulit ubi justru menyimpan beragam kandungan gizi yang tidak kalah penting bagi kesehatan tubuh.
Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam Indonesian Journal of Biotechnology and Biodiversity (2024), kulit ubi mengandung serat pangan, antioksidan, serta vitamin dan mineral yang berperan besar dalam menjaga kesehatan pencernaan dan meningkatkan daya tahan tubuh. Kandungan ini sering kali terbuang sia-sia hanya karena kurangnya pengetahuan tentang manfaat kulit ubi. Dengan pengolahan yang tepat, kulit ubi tidak hanya aman dikonsumsi, tetapi juga dapat menjadi sumber nutrisi tambahan yang bernilai tinggi.
Salah satu manfaat utama kulit ubi adalah kemampuannya dalam meningkatkan kesehatan sistem pencernaan. Kandungan serat yang cukup tinggi membantu melancarkan pergerakan usus, mencegah sembelit, dan menjaga keseimbangan mikrobiota atau bakteri baik di dalam usus. Pencernaan yang sehat berperan penting dalam penyerapan nutrisi secara optimal, sehingga tubuh dapat berfungsi dengan lebih baik. Konsumsi kulit ubi secara rutin dalam porsi yang wajar dapat membantu menjaga kenyamanan perut dan membuat sistem pencernaan bekerja lebih efisien.
BACA JUGA:Dana Infrastruktur Terbatas, Proyek Non-Mendesak Terancam Tertunda
BACA JUGA: Resmi Dihapus, Begini Nasib Guru Honorer di Rejang Lebong
Selain itu, kulit ubi juga berperan dalam menjaga kesehatan kulit dan memperkuat sistem kekebalan tubuh. Vitamin dan mineral yang terkandung di dalamnya mendukung proses regenerasi sel kulit serta membantu tubuh melawan infeksi. Antioksidan yang terdapat pada kulit ubi membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, sehingga tubuh tetap bugar dan kulit tampak lebih sehat serta segar.
Manfaat lainnya yang tidak kalah penting adalah menurunkan risiko penyakit kronis. Antioksidan dalam kulit ubi berfungsi menangkal radikal bebas yang dapat memicu peradangan dan kerusakan sel. Dengan mengonsumsi makanan kaya antioksidan seperti kulit ubi, risiko penyakit jantung, diabetes, hingga beberapa jenis kanker dapat ditekan. Hal ini menjadikan kulit ubi sebagai salah satu bahan pangan sederhana namun berpotensi besar dalam mendukung gaya hidup sehat.
Kulit ubi juga memiliki peran dalam mengontrol kadar gula darah. Serat yang terkandung di dalamnya dapat memperlambat penyerapan gula ke dalam aliran darah, sehingga membantu menjaga kestabilan kadar gula. Manfaat ini sangat baik bagi penderita diabetes maupun bagi masyarakat umum yang ingin mencegah lonjakan gula darah dan menjaga metabolisme tubuh tetap seimbang.
Agar manfaat tersebut tidak terbuang percuma, kulit ubi dapat dimanfaatkan melalui berbagai cara pengolahan yang praktis. Cara paling sederhana adalah merebus atau mengukus ubi bersama kulitnya. Metode ini membantu mempertahankan kandungan serat dan vitamin, sekaligus menjaga rasa manis alami ubi. Ubi kukus atau rebus dengan kulitnya dapat dikonsumsi langsung atau dijadikan lauk pendamping makanan utama.
Selain itu, kulit ubi juga bisa diolah menjadi keripik kulit ubi yang renyah dan sehat. Dengan mengiris tipis kulit ubi, menambahkan bumbu sederhana, lalu memanggang atau menggorengnya dengan sedikit minyak, kita dapat menghasilkan camilan tinggi serat dan antioksidan yang lebih sehat dibandingkan keripik instan. Cara lainnya adalah mencampurkan kulit ubi ke dalam sup atau bubur. Kulit ubi yang dicincang halus dapat menambah tekstur, nutrisi, dan nilai gizi pada hidangan tanpa mengubah rasa secara signifikan, sehingga cocok untuk dikonsumsi oleh seluruh anggota keluarga, termasuk anak-anak.
Dengan pengolahan yang tepat dan kreatif, kulit ubi dapat menjadi tambahan nutrisi yang lezat dan bernilai dalam menu sehari-hari. Memanfaatkan kulit ubi tidak hanya mendukung pola makan sehat, tetapi juga menjadi langkah sederhana untuk mengurangi pemborosan pangan. (Lola Anggraeni)