Baca Koran curupekspress Online - bacakorancurup.com

Asam Lambung Naik Setelah Konsumsi Ketan Hitam, Fakta atau Mitos ?

Konsumsi tape ketan hitam yang harus dihindari atau dibatasi oleh penderita GERD.\-ist-

BACAKORANCURUP.COM - Adanya riwayat gastroesophageal reflux disease (GERD) perlu menjadi perhatian khusus dalam memilih jenis dan cara konsumsi makanan sehari-hari, termasuk ketan hitam. GERD merupakan kondisi kronis yang terjadi ketika asam lambung diproduksi secara berlebihan dan naik kembali ke kerongkongan, bahkan hingga faring. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh melemahnya otot sfingter esofagus bagian bawah, yang seharusnya berfungsi sebagai katup untuk mencegah isi lambung naik ke atas. Ketika mekanisme ini terganggu, asam lambung dapat mengiritasi lapisan kerongkongan dan menimbulkan berbagai keluhan yang tidak nyaman.

Naiknya asam lambung ke kerongkongan sering kali menimbulkan sensasi panas atau terbakar (heartburn), nyeri dada, serta rasa mengganjal atau tidak nyaman saat menelan makanan. Selain keluhan utama tersebut, penderita GERD juga dapat mengalami gejala penyerta seperti mual, muntah, batuk kronis, nyeri perut, perut kembung, hingga sakit kepala. Intensitas dan frekuensi keluhan dapat berbeda pada setiap individu, tergantung pada tingkat keparahan GERD serta faktor pencetus yang dialami.

Konsumsi ketan hitam pada penderita GERD perlu diperhatikan karena pada kondisi tertentu dapat memperberat keluhan. Terutama ketan hitam yang telah melalui proses fermentasi, seperti tape ketan hitam, diketahui dapat meningkatkan produksi asam lambung. Proses fermentasi menghasilkan zat yang dapat merangsang lambung sehingga gejala GERD menjadi lebih mudah kambuh atau semakin berat. Oleh karena itu, konsumsi ketan hitam yang difermentasi sebaiknya dihindari oleh penderita GERD.

BACA JUGA:Mata Lelah Bukan Hal Sepele ! Inilah Pentingnya Menjaga Kesehatan Retina

BACA JUGA:Tak Lagi Bebas Dijual, Ini Alasan Kuwait Membatasi Minuman Energi

Namun demikian, ketan hitam tidak sepenuhnya dilarang bagi penderita GERD. Ketan hitam yang diolah dalam bentuk umum dan tidak melalui proses fermentasi, seperti bubur atau kue, relatif aman untuk dikonsumsi apabila dalam jumlah yang wajar. Ketan hitam memiliki kandungan serat yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan serta mendukung keseimbangan bakteri baik di usus. Selain itu, ketan hitam juga mengandung antioksidan yang berperan dalam menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Meski demikian, respons tubuh setiap orang berbeda-beda. Apabila setelah mengonsumsi ketan hitam non-fermentasi keluhan GERD tetap muncul atau memburuk, sebaiknya konsumsi dihentikan sementara hingga kondisi lambung kembali membaik.

Selain faktor makanan, terdapat berbagai kondisi lain yang dapat memperparah keluhan GERD. Pola makan yang tidak teratur, seperti sering terlambat makan, dapat memicu peningkatan asam lambung. Kelelahan fisik dan kurang tidur juga berperan dalam memperburuk fungsi pencernaan. Konsumsi makanan pedas, makanan instan, serta makanan tinggi garam dan MSG dapat meningkatkan iritasi lambung. Faktor gaya hidup seperti stres, konsumsi alkohol, kebiasaan merokok, serta penggunaan obat-obatan tertentu juga diketahui dapat memperburuk gejala GERD.

Apabila keluhan GERD yang dirasakan semakin mengganggu aktivitas sehari-hari atau meningkat setelah konsumsi makanan tertentu, termasuk ketan hitam, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Konsultasi dini bertujuan untuk mencegah terjadinya komplikasi serta memastikan penanganan yang tepat. Dokter akan melakukan wawancara medis dan pemeriksaan fisik, serta dapat merencanakan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan darah atau radiologi sesuai kebutuhan. Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan terapi dan perawatan yang sesuai dengan kondisi pasien.

BACA JUGA:Tak Lagi Bebas Dijual, Ini Alasan Kuwait Membatasi Minuman Energi

BACA JUGA:Warga Diminta Waspada Penyakit Musim Pancaroba

Sebagai langkah awal dalam mengelola GERD, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain menghindari tidur larut malam, membatasi aktivitas fisik yang berlebihan, mengelola stres dengan baik, serta mencukupi asupan makanan sehat dan cairan yang cukup. Selain itu, penting untuk mengenali makanan atau kebiasaan yang memicu kekambuhan GERD, sehingga dapat dibatasi atau dihindari.

Dengan pengaturan pola makan, gaya hidup yang baik, serta konsultasi medis yang tepat, keluhan GERD dapat dikendalikan sehingga kualitas hidup penderita tetap terjaga. 

 

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan