Bukan Sekadar Enak, Ini Prediksi Tren Makanan 2026 yang Punya Fungsi Kesehatan
Seafood menjadi salah satu makanan yang bisa memicu gatal-gatal di badan--
BACAKORANCURUP.COM - Dunia kuliner terus mengalami transformasi seiring perubahan gaya hidup, kesadaran kesehatan, serta perkembangan teknologi dan media sosial. Memasuki tahun 2026, tren makanan diprediksi semakin beragam dan inovatif. Makanan tidak lagi hanya dinilai dari kelezatannya, tetapi juga dari fungsi, nilai gizi, serta cerita di baliknya.
Berikut deretan tren makanan yang diperkirakan akan naik daun dan banyak ditemui di berbagai belahan dunia, seperti yang dirangkum dari detikFood.
1. Acar (Pickle) dalam Beragam Inovasi
Acar atau pickle diprediksi menjadi salah satu menu sehat yang semakin populer pada 2026. Makanan hasil fermentasi ini dikenal rendah kalori dan bermanfaat bagi kesehatan pencernaan karena mengandung probiotik alami. Tidak hanya disajikan sebagai pelengkap makanan, rasa asam khas acar kini diolah dalam berbagai bentuk yang lebih kreatif.
Inovasi berbasis acar merambah ke dunia minuman dan pencuci mulut. Minuman berbahan jus acar kembali diminati, baik sebagai campuran koktail maupun minuman penyegar. Bahkan, es krim dengan sentuhan rasa acar mulai menarik perhatian pecinta kuliner yang gemar bereksperimen dengan rasa unik. Di Eropa, camilan berperisa dill pickle juga mengalami peningkatan popularitas, hingga akhirnya diadopsi oleh restoran cepat saji dalam menu mereka.
2. Tteokbokki, Street Food Korea yang Mendunia
Tteokbokki merupakan kue beras kenyal khas Korea Selatan yang awalnya dikenal sebagai jajanan kaki lima. Berkat pengaruh media sosial serta popularitas budaya Korea melalui K-pop dan drama, hidangan ini semakin mendunia dan digemari berbagai kalangan.
Pada 2026, tteokbokki tidak lagi identik dengan satu rasa. Beragam variasi bermunculan, mulai dari saus pedas-manis klasik hingga saus kental dengan cita rasa modern. Banyak koki profesional, kreator konten kuliner, serta jaringan supermarket Korea turut berperan dalam memperluas popularitas tteokbokki. Hidangan ini pun semakin sering muncul dalam buku resep internasional sebagai simbol kuliner Korea yang fleksibel dan mudah dikreasikan.
BACA JUGA: Kualitas Aspal Pasar Atas Curup Disorot Publik
BACA JUGA: Kejari Rejang Lebong Mulai Panggil Pejabat KPU Terkait Ini
3. Makanan Tinggi Serat untuk Gaya Hidup Sehat
Kesadaran masyarakat terhadap kesehatan pencernaan mendorong meningkatnya minat pada makanan tinggi serat. Serat diketahui memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan usus, mengontrol kadar gula darah, serta mendukung sistem metabolisme tubuh.
Tren ini semakin menguat berkat media sosial, di mana banyak kreator membagikan resep berbasis kacang-kacangan, biji-bijian, dan gandum utuh. Para chef ternama juga aktif mengampanyekan konsumsi serat melalui menu harian yang lezat namun tetap bergizi. Di sisi industri, produsen makanan berlomba-lomba menghadirkan produk tinggi serat, mulai dari pasta, roti, hingga makanan nabati siap santap.
4. Sensasi Rasa Pedas-Manis (Swicy)