Baca Koran curupekspress Online - bacakorancurup.com

Keputihan Berlebihan Bisa Jadi Tanda Tubuh Tak Seimbang, Ini Kata dr. Zaidul Akbar

Menjaga pola makan agar terhindar dari keputihan yang berlebihan-ilustrasi/net-

BACAKORANCURUP.COM - Keputihan sering dianggap sebagai kondisi ringan yang lazim dialami oleh perempuan. Dalam banyak kasus, keputihan memang merupakan proses alami tubuh, terutama menjelang masa menstruasi. Namun, anggapan bahwa keputihan selalu normal kerap membuat sebagian perempuan mengabaikan tanda-tanda yang sebenarnya patut diwaspadai. Ketika keputihan muncul secara berlebihan, berbau tidak sedap, berubah warna, atau disertai rasa gatal dan tidak nyaman, kondisi ini bisa menjadi sinyal bahwa tubuh sedang mengalami gangguan tertentu.

Salah satu faktor yang sering kali luput dari perhatian adalah pola makan sehari-hari. Padahal, apa yang dikonsumsi setiap hari memiliki pengaruh besar terhadap keseimbangan tubuh secara keseluruhan. Hal inilah yang diungkapkan oleh dr. Zaidul Akbar, seorang dokter yang kerap membahas kesehatan dari sudut pandang keseimbangan tubuh dan pola hidup alami. Menurutnya, keputihan yang tidak normal tidak berdiri sendiri, melainkan berkaitan erat dengan kondisi internal tubuh yang tidak seimbang.

Dalam salah satu tayangan di kanal YouTube miliknya, dr. Zaidul Akbar menjelaskan bahwa tubuh manusia sejatinya diciptakan dalam keadaan seimbang. Ia menyampaikan bahwa keseimbangan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari sistem metabolisme, kadar asam dan basa, hingga asupan makanan yang dikonsumsi setiap hari.

"Tubuh kita ini selalu dikondisikan oleh Allah dalam keadaan yang seimbang," ujarnya. Oleh karena itu, ketika muncul gangguan seperti keputihan berlebihan, hal tersebut menandakan bahwa ada sesuatu dalam tubuh yang tidak berjalan sebagaimana mestinya.

BACA JUGA:Soal Wacana Kembalikan Pilpres Lewat MPR, Ini Kata Istana

BACA JUGA: Rambo Batman, Oleh: Dahlan Iskan

Ia juga menegaskan bahwa keputihan normal umumnya muncul pada waktu-waktu tertentu, seperti menjelang menstruasi. Namun, jika keputihan terjadi terus-menerus, jumlahnya berlebihan, atau disertai keluhan lain, kondisi tersebut perlu diwaspadai. Menurutnya, tubuh sebenarnya sedang "berbicara" dan memberikan sinyal bahwa keseimbangannya terganggu.

Dalam pandangan dr. Zaidul Akbar, ajaran Islam sendiri telah memberikan petunjuk yang jelas tentang pentingnya menjaga keseimbangan tubuh. Pola hidup dan pola makan yang baik merupakan bagian dari upaya menjaga amanah kesehatan yang telah diberikan. Ia menekankan bahwa ketika berbicara tentang tubuh manusia, keseimbangan adalah kunci utama yang harus dijaga agar organ-organ dapat berfungsi secara optimal.

Lebih lanjut, dr. Zaidul Akbar menyarankan agar perempuan yang mengalami keputihan tidak normal mulai melakukan evaluasi terhadap asupan makanan harian. Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan adalah jenis makanan yang bersifat acid forming, yaitu makanan yang dapat meningkatkan kadar asam di dalam tubuh. Ketika tubuh terlalu asam, berbagai gangguan kesehatan dapat muncul, termasuk masalah kewanitaan.

Makanan yang bersifat acid forming tidak hanya memicu peningkatan keasaman, tetapi juga dapat menyebabkan pembentukan mukus atau lendir berlebih di dalam tubuh. Lendir ini tidak hanya terbatas pada saluran pernapasan, tetapi dapat menempel di berbagai organ lain. Jika mukus sudah terbentuk, sifatnya cenderung lengket dan dapat mengganggu fungsi organ-organ penting, seperti jantung, sistem pencernaan, dan organ reproduksi.

Karena itu, salah satu langkah penting yang perlu dilakukan adalah membersihkan mukus dari dalam tubuh dengan memperbaiki pola makan. Selain memicu keputihan, kondisi tubuh yang terlalu asam juga berpotensi menimbulkan alergi dan reaksi peradangan, yang salah satunya dipicu oleh konsumsi makanan tertentu.

BACA JUGA:Banjir Rendam 35 RT di Jakarta

BACA JUGA: Setan Merah Akhiri Puasa Kemenangan, Bantai City 2-0

Sebagai contoh, dr. Zaidul Akbar menyebutkan tepung sebagai salah satu bahan makanan yang berpotensi membentuk asam dalam tubuh. Menurutnya, konsumsi tepung yang berlebihan kerap menjadi pemicu berbagai masalah kesehatan, termasuk gangguan pada organ kewanitaan. Ia bahkan menyebut tepung sebagai salah satu "biang kerok" dari berbagai masalah kewanitaan yang sering dialami perempuan.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan