Baru Selesai Dibangun, DPRD Soroti Kualitas Jalan Pasar Atas Curup
Sidak Komisi III DPRD Rejang Lebong bersama unsur pimpinan DPRD melakukan peninjauan langsung ke Pasar Atas Curup-razik/ce-
BACAKORANCURUP.COM - Kualitas proyek pembangunan jalan di kawasan Pasar Atas Curup kembali menjadi sorotan. Meski baru selesai dikerjakan, kondisi jalan tersebut dinilai jauh dari harapan dan menuai kekecewaan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rejang Lebong.
Sorotan itu muncul setelah Komisi III DPRD Rejang Lebong bersama unsur pimpinan DPRD melakukan peninjauan langsung ke lapangan. Pengecekan dilakukan sepanjang ruas jalan dari Simpang Empat Talang Rimbo Baru hingga Simpang Empat Sukaraja.
Dari hasil peninjauan, para wakil rakyat menemukan sejumlah kejanggalan pada hasil pekerjaan. Ketebalan aspal terlihat tipis dan pengerjaannya tidak rapi, terutama di bagian bahu jalan. Bahkan, di beberapa titik, lapisan aspal tampak rapuh dan mudah terkelupas hanya dengan diremukkan menggunakan tangan.
BACA JUGA:LSM Dorong Pengawasan Publik, Pembangunan Diminta Tepat Sasaran
BACA JUGA:Tiga Titik Gorong-Gorong di Curup Segera Dibangun, Kondisinya Kritis
Selain itu, permukaan badan jalan juga terlihat bergelombang dan melengkung ke arah dalam. Kondisi ini dikhawatirkan dapat menjadi jalur aliran air yang mempercepat kerusakan jalan. Tak hanya itu, DPRD juga menemukan sejumlah lubang menganga yang tembus hingga ke drainase, sehingga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Ketua Komisi III DPRD Rejang Lebong, Rizal Tahsin, mengatakan peninjauan dilakukan sebagai respons atas laporan masyarakat yang mengeluhkan kualitas pembangunan jalan tersebut.
“Ini bukan penilaian dari kami saja, tapi berdasarkan laporan masyarakat. Kita tidak menyebut asal jadi karena ini memang sudah jadi, tapi faktanya aspalnya bisa diremukkan dengan tangan. Bagaimana nanti kalau dilalui kendaraan dengan tonase besar,” ujar Rizal.
Rizal menduga lemahnya kualitas aspal disebabkan spesifikasi material yang tidak sesuai ketentuan teknis. Salah satu faktor yang disorot adalah suhu aspal yang diduga tidak optimal saat proses pengaspalan, mengingat material aspal didatangkan dari Bengkulu dengan jarak tempuh yang cukup jauh.
Selain itu, pengaspalan juga disebut dilakukan saat kondisi jalan masih basah akibat hujan, sehingga daya rekat aspal ke permukaan jalan dinilai tidak maksimal. Kondisi tersebut memperkuat dugaan lemahnya pengawasan teknis dalam pelaksanaan proyek.
“Ini menjadi catatan serius. OPD teknis harus lebih cermat, apalagi proyek dikerjakan di akhir tahun yang bertepatan dengan musim hujan,” tegasnya.
BACA JUGA:Pelajar Asal Baru Manis Jadi Korban Begal di Curup Utara, Saat Berangkat ke Sekolah
BACA JUGA:Pemkab Rejang Lebong Dorong Revitalisasi Dua Pasar
Sebagai tindak lanjut, Komisi III DPRD Rejang Lebong memastikan akan memanggil seluruh kontraktor yang terlibat untuk mengikuti hearing di DPRD. Langkah ini dilakukan guna meminta klarifikasi serta memastikan adanya komitmen perbaikan atas temuan di lapangan.