Lo Kheng Hong dan RUPST Bank Mandiri 2025 : Punya Ikatan tapi Tidak Hadir ?

Rabu 26 Mar 2025 - 14:00 WIB
Reporter : Lola
Editor : Radian
Lo Kheng Hong dan RUPST Bank Mandiri 2025 : Punya Ikatan tapi Tidak Hadir ?

 

Meskipun laba tumbuh melambat, Bank Mandiri justru menunjukkan pertumbuhan kredit yang sangat kuat, yaitu 20% YoY sepanjang 2024. Bahkan, ekspansi kredit ini berhasil melampaui rata-rata industri. Pertumbuhan kredit BMRI didorong oleh dua segmen utama :

• Korporasi : tumbuh 27% YoY.

• Komersial : meningkat 23% YoY.

 

Kinerja ini menunjukkan bahwa meskipun laba bersih mengalami tekanan, Bank Mandiri tetap agresif dalam ekspansi kredit, yang berpotensi menjadi mesin pertumbuhan keuangan di masa depan.

Dengan mempertahankan dividend payout ratio 60%, Bank Mandiri tetap berusaha menyeimbangkan keuntungan bagi pemegang saham dengan pertumbuhan bisnis jangka panjang.

 

Ke depan, BMRI kemungkinan akan fokus pada :

• Ekspansi kredit yang sehat untuk menopang pertumbuhan laba.

• Penguatan digital banking dan teknologi untuk meningkatkan efisiensi operasional.

• Optimalisasi biaya operasional (opex) agar profitabilitas tetap terjaga.

 

Meskipun tantangan seperti kenaikan biaya operasional dan lonjakan biaya kredit masih ada, Bank Mandiri tetap menunjukkan daya saing yang kuat dalam industri perbankan nasional.

Sebagai investor, keputusan Lo Kheng Hong memegang saham BMRI tentu bukan tanpa alasan. Dengan fundamental yang solid dan strategi bisnis yang jelas, Bank Mandiri tetap menjadi salah satu bank BUMN dengan prospek yang menjanjikan.

Dengan strategi yang matang dan komitmen terhadap pertumbuhan bisnis, Bank Mandiri tetap menjadi salah satu saham unggulan di sektor perbankan Indonesia. Bagi investor seperti Lo Kheng Hong, saham BMRI tetap menarik untuk dipegang dalam jangka panjang !

Kategori :