Renovasi Rumah Oleh: Dahlan Iskan

Jumat 04 Apr 2025 - 20:09 WIB
Reporter : gale
Editor : meyin

BACAKORANCURUP.COM - Ada istilah baru: MAWA. Make America Wealthy Again. Itu diucapkan oleh Presiden Donald Trump di ''pidato hari kemerdekaan'' Amerika Serikat kemarin subuh WIB.

Waini MAGA seperti rumah yang punya kamar di lantai dua: MAWA. Itulah tujuan kebijakan Trump yang menghebohkan dunia. Tidak hanya untuk Make Amerika Great Again. Tapi juga kembali kaya.

Negara terkaya itu rupanya merasa sudah miskin. Dalam istilah Trump Amerika sudah seperti negara ketiga. Kalah oleh Tiongkok –yang dulu negara amat miskin. Tentu yang dimaksud adalah kemajuan infrastrukturnya.

Apakah pengenaan tarif baru bea masuk barang ke Amerika bisa membuatnya kembali menjadi negara paling kaya?

Itulah yang jadi perbincangan akademis. Awalnya ide Trump itu hanya dianggap gertak sambal. Tidak sampai membuat ada yang menghitung dampak terinci dari kebijakan itu. Tapi dengan kepastian yang dilakukan Trump kemarin, seluruh dunia kini sibuk berhitung.

Dampak jangka pendek bagi Amerika jelas: ibarat Anda merenovasi rumah. Anda akan merasakan suasana yang sangat tidak nyaman. Beberapa bagian rumah dirusak. Suara palu berdentang. Berisik gergaji mendenging. Kamar tidur Anda pun berdebu. Air kran bocor. Tanaman dan bunga ketimpa reruntuhan.

Kelak, setelah rumah Anda selesai direnovasi, barulah Anda terlihat lebih kaya: rumah lebih besar. Lebih bagus. Lebih nyaman.

Itu kalau renovasinya sukses. Ada renovasi rumah yang memakan waktu sampai tiga tahun. Masa jabatan pun keburu habis. Bahkan ada renovasi yang berhenti di tengah jalan: kehabisan biaya. Atau bertengkar dengan kontraktornya.

Para petani Amerika bisa tergolong yang waswas. Sejak perang dagang dengan Tiongkok banyak petani sudah di ambang bangkrut. Harga hasil pertanian jatuh. Tiongkok lebih memilih impor kedelai dari Brasil.

Waini, ''rumah'' para petani itu harus direnovasi. Yang merenovasi Trump. Mereka tidak menanggung biaya renovasi tapi merasakan ketidaknyamanannya. Apalagi kalau di tengah renovasi kelak, terjadi perkembangan baru: renovasi berhenti sebelum selesai.

Di industri besar, yang terjadi bukan renovasi. Mereka seperti akan membangun rumah baru. Sangat besar. Sangat mahal. Padahal mereka sudah punya rumah yang lama yang tidak jelek.

BACA JUGA:Serangan Tarif Trump, Vietnam Nyaris Tumbang, Thailand Terancam Krisis

BACA JUGA:Lebaran di Indonesia Tahun Ini Berubah Total, Ini Data Terbaru!

Untuk membangun ''rumah'' baru seperti itu mereka akan berhitung lebih panjang. Terutama dampak jangka panjangnya. Trump memang selalu membanggakan arus masuk investasi baru ke Amerika. Dari Hyundai, Honda, Apple, Chips, dari Taiwan, dan banyak lagi. Bertriliun-triliun dolar. Mereka akan membangun pabrik-pabrik raksasa di Amerika. Trump mengatakan mereka akan sangat bahagia karena tidak perlu lagi membayar bea masuk.

Tapi ''kepastian jangka panjang'' akan menjadi dasar perhitungan mereka. Sebelum benar-benar membangun pabrik mereka akan melakukan kajian: apakah kebijakan tarif tinggi itu akan permanen. Atau suatu saat akan berubah.

Kategori :

Terkait

Jumat 04 Apr 2025 - 20:09 WIB

Renovasi Rumah Oleh: Dahlan Iskan

Sabtu 29 Mar 2025 - 20:48 WIB

Cak Nun, Oleh: Dahlan Iskan

Jumat 28 Mar 2025 - 22:16 WIB

Relawan Lain, Oleh: Dahlan Iskan

Kamis 27 Mar 2025 - 21:10 WIB

Relawan Jantung, Oleh: Dahlan Iskan

Rabu 26 Mar 2025 - 21:32 WIB

Relawan Paul, Oleh: Dahlan Iskan