Renovasi Rumah Oleh: Dahlan Iskan

Jumat 04 Apr 2025 - 20:09 WIB
Reporter : gale
Editor : meyin

Misalkan: tiba-tiba Kanada atau Meksiko menurunkan bea masuk. Apakah Amerika tidak berubah. Bahkan, misalkan empat tahun lagi bukan Trump yang jadi presiden. Bagaimana nasib investasi mereka.

Suasana ''wait and see'' seperti itulah yang membuat harga saham di pasar modal mereka melemah. Mereka menunggu kepastian yang lebih pasti.

Rasanya sejarah mengapa Amerika menjadi negara kaya bukanlah karena di zaman dulu mengenakan tarif tinggi untuk barang impor.

Amerika menjadi kaya karena diisi oleh imigran dari Eropa yang bekerja amat keras karena ingin kaya. Kalau mayoritas penduduknya ingin kaya negara akan menjadi kaya.

Tentu ingin kaya lewat kerja keras. Bukan lewat pengerukan kekayaan alam. Jelaslah mereka bukan imigran bodoh dan miskin. Mereka jadi imigran karena ingin maju. Amerika, awalnya, adalah kumpulan orang yang ingin maju.

Lalu mereka lebih kaya lagi karena mendapatkan buruh yang amat murah. Bukan lagi buruh tapi budak. Tidak dibayar. Atau dibayar sangat rendah. Mereka bekerja di kebun-kebun kapas, tambang dan infrastruktur. Mereka didatangkan dari Afrika dan sedikit dari Tiongkok.

Memang imigran yang belakangan masuk ke Amerika (dan Eropa) tidak sama lagi dengan imigran dari Eropa di masa lalu. ''Kualitas'' imigran yang belakangan masuk Amerika adalah kelas pencari kerja. Pencari kehidupan. Bukan pencari kekayaan.

Begitu besar jumlah imigran pencari kehidupan inilah yang membuat Amerika terlihat bergerak seperti dunia ketiga. Jumlah mereka kian banyak. Datang dari negara yang kian miskin.

Karena itu orang seperti Elon Musk sudah mulai berbicara soal nasib peradaban kulit putih di masa depan. "Dalam tiga generasi peradaban Barat sudah akan punah," katanya.

Maka Trump tidak hanya akan membuat MAWA dan MAGA tapi juga merasa dipilih oleh Tuhan untuk menyelamatkan peradaban Barat.

Masalahnya: dunia sudah telanjur berubah. Tidak ada lagi perbudakan. Banyak negara yang dulunya miskin sudah menyadari miskin itu susah.

Trump kelihatannya percaya peradaban bisa diubah lewat menaikkan tarif bea masuk ke Amerika.

Ini seperti sebuah renovasi rumah yang didesain sangat indah. Ia bisa jadi rumah baru yang tak terpermanai. Atau jadi rumah mangkrak yang kusam.

 

Kategori :

Terkait

Sabtu 05 Apr 2025 - 16:02 WIB

Labuhan Jambu Oleh: Dahlan Iskan

Jumat 04 Apr 2025 - 20:09 WIB

Renovasi Rumah Oleh: Dahlan Iskan

Sabtu 29 Mar 2025 - 20:48 WIB

Cak Nun, Oleh: Dahlan Iskan

Jumat 28 Mar 2025 - 22:16 WIB

Relawan Lain, Oleh: Dahlan Iskan

Kamis 27 Mar 2025 - 21:10 WIB

Relawan Jantung, Oleh: Dahlan Iskan