Baca Koran curupekspress Online - bacakorancurup.com

大同, Oleh: Dahlan Iskan

Dahlan Iskan--

Saya tidak bercerita pada mereka mengenai keinginan saya yang sebenarnya. Saya takut mereka menakut-nakuti saya. Pokoknya saya ke kota Datong. Harus bisa menemukan lokasi riset itu.

Kereta dari Beijing pun melaju ke arah barat laut. Saya turun di stasiun Datong Timur. Stasiun baru. Ini kota terpencil tapi stasiunnya besar sekali. Indah sekali.

Dalam perjalanan ke hotel saya bertanya ke sopir taksi di mana lokasi kereta 1.000 km/jam itu. Tidak tahu.

Dari lantai atas hotel, saya melihat pemandangan seperti tembok benteng kuno. Hanya sepelemparan map ijazah dari hotel.

Lokasi yang dikelilingi tembok kuno itu luas sekali. Lebih 1 km2. Di dalam tembok itu penuh bangunan seperti di China Town. Saya pun turun ke lobi.

"Apa itu?” tanya saya.

"Itu kota tua Datong".

"Kota tua? Asli?"

"Kota tua yang sudah direhabilitasi".

"Rehabilitasi kota tua seluas itu?”.

"Dikerjakan selama empat tahun, dari tahun 2008 sampai 2012. Nanti malam Anda wajib jalan-jalan ke situ".

Saya pun beralih ke soal kereta 1.000 km/jam. "Pernah dengan Tiongkok akan buat kereta berkecepatan 1.000 km/jam?”.

"Tahu. 1.200 km/jam".

"Di mana lokasinya?”

"Tidak tahu".

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan