Kambing Verde,Oleh: Dahlan Iskan
Kambing Verde,Oleh: Dahlan Iskan-Ist-
Maka salah satu pembinaan prestasi jangka panjang bisa dimulai dari sekolah sepak bola. Tiap SSB diwajibkan mencari 22 anak umur delapan, 10, dan 12 tahun sebagai murid jalur unggulan. Katakanlah seperti Taruna Nusantara-nya SSB. Mereka diberi makan yang bergizi. Diberi pelatihan yang ilmiah. Lalu diadakan kompetisi tiga bulanan antar SSB unggulan.
Saya perlu waktu mematangkan ide itu sebelum saya utarakan ke para gibolis yang punya SSB. Tapi ketika perumusan ide itu belum matang datanglah MBG.
Saya urungkan niat menggunakan jalur SSB untuk pembinaan sepak bola menuju piala dunia. APBN sudah tersedot begitu banyak di MBG. Tidak selayaknya disedot pula untuk SSB.
Maka setiap ada piala dunia omongan kita masih akan sama: kapan Indonesia yang berpenduduk hampir 300 jiwa bisa seperti Cape Verde yang hanya berpenduduk --Anda sudah tahu.
Setidaknya kita masih punya kambing hitam yang lebih hitam: Tiongkok saja yang berpenduduk 1,3 miliar belum juga bisa ikut piala dunia. (Dahlan Iskan)