Kambing Verde,Oleh: Dahlan Iskan
Kambing Verde,Oleh: Dahlan Iskan-Ist-
Dari Amerika dan Kanada saya tidak ke Meksiko. Setidaknya agar tidak semua prediksi ”perusuh” Disway benar.
Memang Piala Dunia di Amerika-Kanada-Meksiko belum selesai --tapi bagi Kanada serasa sudah bubar. Tim Kanada sudah tersingkir --kalah 0-3 oleh Maroko. Harapan bikin kejutan demi kejutan sirna --meski bisa masuk 16 besar sudahlah kejutan.
Apalagi ada alasan kuat kenapa kalah: salah satu pemain intinya cedera. Alphonso Davies. Bek kiri yang sangat hebat.
Ia tetap hadir ke bangku pemain di pinggir lapangan stadion Houston, Texas, tapi tidak pakai seragam. Ia pakai dua kruk untuk bisa berjalan. Kruk itu ia tinggalkan tergeletak di rumput hijau saat ikut membesarkan hati rekan-rekannya yang baru kalah.
Alphonso Davies cedera saat bermain di klub Jermannya Bayern Munich. Ia sangat diharapkan bisa bermain di Piala Dunia. Tapi ia hanya bisa main 32 menit saat Kanada menang lawan Afrika Selatan. Ia lantas diistirahatkan dengan harapan bisa bermain lagi menghadapi Maroko.
Pagi sebelum pertandingan dilakukanlah MRI atas kakinya. Memang tidak ditemukan cedera baru tapi Davies merasa tidak bisa bermain maksimal bila diturunkan lawan Maroko.
Kalau saja Davies dalam kondisi prima hasil Kanada-Maroko bisa berbeda. Itulah sepak bola.
Setidaknya pendatang baru Kanada sudah punya prestasi setingkat Brasil --sama-sama tersisih di babak 16 besar.