Paket Roaming, Oleh: Dahlan Iskan
Paket Roaming, Oleh: Dahlan Iskan-Ist-
"Kalau mau, saya punya," jawabnya.
"Harga berapa?"
"300 renminbi", jawabnya.
Hah? Di Vladivostok bayar pakai mata uang Tiongkok?
Saya tidak peduli. Saya bayar. Saya minta ia pasangkan kartu itu di HP saya: di slot yang berisi kartu telepon Madinah yang sudah mati. On. Sinyal penuh. Lega. Saya bisa berkomunikasi.
"Saya sudah tiba di Vladivostok," itu WA pertama saya pakai kartu lokal.
"Syukurlah. 很辛苦你..," balas Jannet di Beijing.
Di Vladivostok tiba-tiba saya "buta huruf". Semua petunjuk ditulis dalam huruf Rusia. Tapi saya tahu yang di sana itu kafe --apa pun huruf yang dipajang di depannya. Di situ saya sarapan. Ubi goreng yang irisannya seperti french fries --kentang goreng. Itu tidak penting. Yang penting saya bisa duduk untuk berpikir bagaimana cara pilih hotel. Buka internet. Nama-nama hotel pun muncul. Saya lihat bintangnya. Saya lihat harganya: Huraaaa...!!! Mahal sekali. Semahal di New York di saat ada Piala Dunia.