Paket Roaming, Oleh: Dahlan Iskan
Paket Roaming, Oleh: Dahlan Iskan-Ist-
Saya pun hitung-hitung uang utangan di Beijing kemarin: cukup atau tidak. Alhamdulillah cukup. Tinggal ke konter taksi. Petugasnya langsung sodorkan HP ke saya. Oh... Maksudnyi agar saya bicara di HP-nyi: ke mana tujuan saya. Dia langsung bisa membaca terjemahan apa yang saya ucapkan dalam bahasa Inggris.
Begitulah zaman ini. Saling tidak tahu bahasa, tapi bisa lancar berkomunikasi: berkat si HP bisa jadi penerjemah gratis.
Saya kaget lihat harga taksi ke hotel yang saya pilih: Rp900.000. Tapi emosi segera reda setelah melihat mobilnya: Toyota Alphard. Bukan edisi yang mewah tapi tetap saja Alphard. Dan lagi bandara ini ternyata jauh di luar kota: satu jam perjalanan.
Rupanya salah informasi. Saya dibawa ke sebuah hotel yang dari luar terlihat tidak setara dengan harganya. Saya pun berbicara dengan pak sopir Alphard. Lewat penerjemah gratis. Ia mafhum yang saya maksud. Diantarkanlah saya ke hotel terbaik di Vladivistok. Lokasinya di pusat kota, di pinggir laut.
Di sebelah hotel ini melintang tinggi jembatan baru melintas di atas laut --seperti Jembatan Madura. Di seberang laut terlihat belahan kota Vladivostok.
Sepanjang berjalanan dari bandara saya cari tahu: lokasi apa saja yang menarik, yang harus saya kunjungi. Nomor satu: monumen perang dunia kedua. Nomor dua: jembatan baru. Mudah. Murah. Dua-duanya di sebelah hotel. Jembatan di sebelah kanan, monumen di sebelah kiri.
Pukul 09.00 saya sudah tiba di hotel. Go show. Saya pede saja. Pasti ada kamar. "Saya belum booking. Kami tidak tahu bagaimana mem-booking hotel Anda ini dari luar negeri," kata saya.