Kenapa Bacaan Sholat Zuhur dan Asar Tidak Dilafazkan? Ini Alasannya

--
BACAKORANCURUP.COM - Biasanya, ibadah sholat yang dilakukan berjamaah, seorang Imam biasanya akan mengeraskan suaranya saat membaca surah di dua rakaat pertama.
Namun, perbedaan dalam cara imam mengucapkan bacaan yakni pada sholat Dzuhur dan Ashar.
Kedua waktu sholat tersebut dikenal sebagai sholat yang dilakukan dengan bacaan senyap, berbeda dengan sholat Daghrib, Isya, dan Subuh yang bacaan imamnya terdengar jelas. Lantas, kenapa saat sholat Dzuhur dan Ashar imam tidak bersuara? Ini penjelasannya!
- Alasan saat Sholat Dzuhur dan Ashar Imam Tidak Bersuara
Dalam buku Sifat Shalat Nabi SAW oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani, dijelaskan bahwa bahwa alasan saat sholat Dzuhur dan Ashar imam tidak bersuara keras adalah karena mengikuti anjuran yang diajarkan Nabi Muhammad SAW
BACA JUGA:16 Hal Penting yang Perlu Dipersiapkan Menjelang Lebaran Idul Fitri Agar Lebih Bermakna!
BACA JUGA:Raih Malam Lailatul Qadar dengan Amalan Utama Ini, Contoh Langsung dari Nabi
1. Dicontohkan Rasulullah SAW
Rasulullah SAW mencontohkan pada sholat Dzuhur dan Ashar, surah Al-Fatihah dan surah lainnya tidak dikeraskan (jahr), karena dianjurkan untuk pelan (sirr).
Rasulullah SAW juga melirihkan suara bacaan pada rakaat terakhir sholat Maghrib dan rakaat ketiga-keempat sholat Isya. Suara lirih yang dilakukan Rasulullah SAW pada waktu-waktu sholat tertentu diambil dari ijma para ulama mengacu pada hadits dan atsar yang ada.
Dalam hadits riwayat Bukhari, Abu Ma'mar Abdullah bin Sakhbarah bertanya ke sahabat Khabbab bin Arats, lalu ia berkata:
"Kami bertanya kepada Khabbab, 'Apakah Nabi Muhammad SAW membaca dalam sholat Dzuhur dan Ashar?' Dia menjawab, 'Benar.' Kami bertanya lagi, 'Dengan apa kalian mengetahui hal itu?' Dia menjawab, 'Dengan gerakan jenggotnya.'" (HR Bukhari)