Pentingnya Bersyukur Kata Ustaz Adi Hidayat, Maknanya Luar Biasa

Ustaz Adi Hidayat--

BACAKORANCURUP.COM - Banyak manfaat yang bisa diperoleh manusia jika mau bersyukur. Salah satunya adalah dapat menerima lebih banyak rezeki.

Dalam segmen kajian #SHAF MUSLIMAH yang diunggah oleh kanal YouTube Adi Hidayat Official tengah membahas tentang konsep syukur yang dijelaskan oleh Pendiri Quantum Akhyar Institute, Ustaz Adi Hidayat (UAH).

Ustadz Adi Hidayat atau yang kerap dikenal dengan UAH mengajak jemaah untuk memahami definisi syukur yang sesuai dengan ajaran Islam.

UAH menjelaskan, bahwa syukur adalah upaya untuk menggunakan semua nikmat yang Allah titipkan sesuai dengan apa yang Allah inginkan dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT.

BACA JUGA:Jaga Kesehatan Anda, Batasi Konsumsi Kue di Lebaran untuk Hindari Diabetes!

BACA JUGA:Tips Anti Ngantuk saat Mudik, Bisa Mulai dari Pola Makan Anda !

“Syukur itu, upaya menggunakan semua nikmat yang Allah titipkan sesuai dengan apa yang Allah inginkan dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah swt. Contoh, ibu sekalian anak itu titipan dari Allah atau bukan? Ibu tahu Allah menginginkan apa dari anak itu? Jadi anak soleh, bahkan ketika mengandung kita bermohon kepada Allah, QS Al-A`raf ayat 189,” kata UAH.

 

هُوَ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّاحِدَةٍ وَّجَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا لِيَسْكُنَ اِلَيْهَاۚ فَلَمَّا تَغَشّٰىهَا حَمَلَتْ حَمْلًا خَفِيْفًا فَمَرَّتْ بِهٖ ۚفَلَمَّآ اَثْقَلَتْ دَّعَوَا اللّٰهَ رَبَّهُمَا لَىِٕنْ اٰتَيْتَنَا صَالِحًا لَّنَكُوْنَنَّ مِنَ الشّٰكِرِيْنَ

 

Artinya :

"Dialah yang menciptakan kamu dari jiwa yang satu (Adam) dan daripadanya Dia menciptakan pasangannya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, (istrinya) mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian ketika dia merasa berat, keduanya (suami istri) bermohon kepada Allah, Tuhan Mereka (seraya berkata), “Jika Engkau memberi kami anak yang saleh, tentulah kami akan selalu bersyukur.”

Penulis Kitab At-Taisir ini lanjut mengingatkan jemaah bahwa anak-anak yang dimiliki merupakan titipan dari Allah. Oleh karena itu, orang tua harus memastikan bahwa anak-anaknya dididik untuk mengenal Allah, mengenakan pakaian yang menutup aurat, dan belajar untuk bersyukur atas semua nikmat yang Allah berikan.

UAH juga menekankan, bahwa terkadang orang menuntut dari Allah kenyamanan hidup, ketenangan, dan kedamaian, namun ketika Allah memberikan apa yang diinginkan, mereka tidak menggunakan nikmat tersebut untuk mendapatkan ketenangan dalam kehidupan.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan