Sejarah Perkembangan IAIN Curup : Dari STAIN Hingga Menjadi Institusi Pendidikan Islam Terkemuka
Sc Tiktok _@IAIN Curup_--
BACAKORANCURUP.COM - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup merupakan salah satu perguruan tinggi keagamaan Islam negeri yang memiliki peran strategis dalam mengembangkan pendidikan Islam di Kota Curup, Provinsi Bengkulu, Inodesia.
Keberadaan IAIN Curup tidak hanya menjadi pusat pendidikan tinggi, tetapi juga menjadi tonggak penting dalam penyebaran dan penguatan nilai-nilai keislaman yang moderat di tengah masyarakat.
Institut Agama Islam Negeri Curup merupakan transformasi atau perubahan kelembagaan dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Curup (disingkat STAIN Curup) sesuai Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2018.
Dilansir dari halaman resmi IAIN Curup, Kelahiran IAIN Curup memiliki latar belakang sejarah yang cukup panjang. Pada awalnya ia hanyalah sebuah Fakultas Ushuluddin yang berstatus sebagai fakultas jauh dari IAIN Raden Fatah Palembang.
BACA JUGA:LBH Narendradhipa dan Mapasta IAIN Dorong Pembentukan Satgas PMI
BACA JUGA:Ini Hasil Kunjungan Presiden RI ke Rusia, Tawarkan 100 Beasiswa S3 Doktoral Bagi Mahasiswa Indonesia
Dengan kata lain, cikal bakal IAIN Curup ketika itu adalah Fakultas Ushuluddin IAIN Raden Fatah Palembang berada di Curup.
Gagasan pendiri Fakultas Ushuluddin ini diawali dengan Pembentukan Panitia Persiapan Pendirian Fakultas Ushuluddin IAIN Raden Fatah Cabang Curup tanggal 21 Oktober 1962. Susunan Kepanitiaan tersebut terdiri dari Pelindung, Penasehat, Ketua I, Ketua II, Sekretaris I, Sekretaris II, Bendahara, Pembantu dan Seksi-Seksi. Pendiri Fakultas ini antara lain mendapat dukungan Prof. DR. Mr. Hazairin, HM. Husein, Gubernur Sumatera Selatan, Prof. Ibrahim Husein dan lain sebagainya.
Tak lama setelah Panitia Persiapan Pendirian Fakultas Ushuluddin Raden Fatah Cabang Curup dibentuk, didirikan pula Yayasan Taqwa Palembang Cabang Curup. Gagasan Pendirian Fakultas Ushuluddin ini memperoleh sambutan hangat dan semangat dari seluruh lapisan masyarakat Curup.
Dengan mendapat dukungan yang banyak dari berbagai pihak, pada Tahun 1963 Yayasan Taqwa Palembang Cabang Curup mendirikan Fakultas Syari’ah dengan status swasta. Fakultas Syari’ah yang lahir ini dipimpin oleh Drs. A. Zaidan Djauhari sebagai Dekan dan Drs. Djam’an Nur sebagai Wakil Dekan.
Hampir bersamaan dengan perubahan status IAIN Raden Fatah Palembang yang semula sebagai cabang IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi IAIN yang berdiri sendiri, Fakultas Syari’ah IAIN Raden Fatah Curup juga diganti menjadi Fakultas Ushuluddin.
Dengan keluarnya Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 86 Tahun 1964, Tahun 1964 Fakultas Ushuluddin yang semula berstatus swasta berubah menjadi negeri. Unsur pimpinan saat itu adalah KH. Amin Addary sebagai Dekan, Drs. Djam’an Nur sebagai Wakil Dekan I dan III, M.Yusuf Rachim, SH.
Sebagai Wakil Dekan II dan IV. Surat Keputusan Perubahan status dari swasta menjadi negeri di atas disusul dengan penerbitan Surat Keputusan Menteri Agama Nomor : 87 Tahun 1964 yang menyatakan bahwa Fakutas Ushuluddin Raden Fatah Curup merupakan bagian tidak terpisahkan dari IAIN (Al-Jami’ah Islamiyyah Al-Hukumiyyah) Raden Fatah yang berkedudukan di Palembang Ibu Kota Propinsi Sumatera Selatan.
Hingga saat ini IAIN Curup menawarkan Fakultas dan Program Studi yang dirancang untuk menjawab kebutuhan zaman, sekaligus membekali mahasiswa dengan ilmu yang komprehensif dan nilai-nilai keislaman yang kuat. Antara lain