Petani Tunda Penjualan Kopi Akibat Harga Anjlok!
Tampak salah satu petani sedang menjemur kopi yang belum di jual.-CW/CE -
BACAKORANCURUP.COM - Para petani kopi di Kabupaten Rejang Lebong tengah dilanda keresahan akibat anjloknya harga komoditas biji kopi di pasaran.
Kondisi ini membuat banyak petani menunda penjualan hasil panen mereka kepada pengepul ataupun tauke lantaran berharap harga dapat kembali membaik
.Seperti salah seorang petani kopi di Rejang Lebong, Eli mengaku belum berniat untuk menjual kopinya saat ini karena harga yang masih tergolong rendah.
"Belum mau jual dulu, harganya masih murah. Semoga bisa naik lagi," ujarnya penuh harap.
BACA JUGA:Ribuan Hektare Lahan Eks HGU Diusulkan ke Bank Tanah
BACA JUGA: Jembatan Dusun Sawah Segera Diperbaiki, BPBD Gunakan Dana Hibah Rp3,4 Miliar
Namun, Eli juga mengungkapkan dilema yang dihadapinya. Jika dalam kurun waktu satu hingga dua bulan ke depan harga kopi tak kunjung menunjukkan perbaikan, ia terpaksa akan menjual kopinya meskipun dengan harga murah.
"Terpaksa harus dijual kalau tidak ada perubahan harga, buat menyambung hidup," keluhnya.Penurunan harga kopi ini sangat memberatkan para petani.
Eli berharap kenaikan harga kopi dapat segera terjadi untuk menutupi biaya operasional yang telah dikeluarkan sebagai petani.
"Kami berharap harga kopi bisa naik lagi, biar bisa nutup modal dan biaya hidup," pungkasnya. Keresahan ini menjadi cerminan dari tantangan yang dihadapi sektor pertanian, khususnya komoditas kopi, di tengah fluktuasi harga pasar.