Brokoli Memang Sehat, Tapi 4 Efek Samping Ini Harus Kamu Waspadai !
IST Sayur brokoli--
BACAKORANCURUP.COM - Brokoli kerap disebut sebagai “superfood” karena kandungan nutrisinya yang luar biasa.
Sayuran hijau dari keluarga cruciferous ini kaya akan serat, vitamin C dan K, senyawa sulforafan, serta berbagai antioksidan kuat yang sangat baik untuk menunjang kesehatan tubuh.
Banyak penelitian telah mengaitkan konsumsi brokoli secara rutin dengan penurunan risiko kanker, perlindungan terhadap inflamasi, kesehatan sistem pencernaan, hingga penguatan struktur tulang.
Namun, seperti halnya makanan lain, brokoli bukan tanpa cela. Meskipun manfaatnya besar, beberapa orang justru mengalami efek samping yang tidak menyenangkan setelah mengonsumsinya, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah berlebih atau dalam kondisi tertentu.
Berikut adalah beberapa efek negatif brokoli yang perlu diperhatikan menurut berbagai sumber, termasuk dari Times of India dan studi kesehatan internasional.
BACA JUGA:Anti Gigi Berlubang ! Makanan Sehat Ini Bisa Jadi Penjaga Gigi Alami
BACA JUGA:Anak Sering Lemas dan Kurus ? Bisa Jadi Terserang Cacingan, Ini Solusinya !
1. Bisa Menyebabkan Perut Kembung dan Gas Berlebih
Salah satu kandungan alami dalam brokoli adalah rafinosa, yaitu jenis gula kompleks yang tidak dapat dicerna secara sempurna oleh tubuh manusia. Gula ini akan difermentasi oleh bakteri dalam usus besar dan menghasilkan gas, yang pada sebagian orang bisa menyebabkan perut terasa kembung, kram, atau tidak nyaman.
Penelitian dalam National Library of Medicine juga mengungkap bahwa brokoli mampu mengubah komposisi mikrobiota usus, meningkatkan jumlah Bacteroidetes dan menurunkan Firmicutes, yang berpotensi menyebabkan gangguan metabolisme serta perubahan pola buang air besar, terutama pada individu dengan sistem pencernaan yang sensitif.
2. Dapat Mengganggu Keseimbangan Hormon Tiroid
Brokoli termasuk dalam kelompok sayuran silangan (cruciferous vegetables), bersama dengan kubis, kol, dan kale. Sayuran ini mengandung senyawa alami yang disebut goitrogen, seperti goitrin, tiosianat, dan flavonoid, yang dapat menghambat penyerapan yodium oleh tubuh, zat penting untuk fungsi kelenjar tiroid.
Jika dikonsumsi dalam jumlah besar dalam bentuk mentah, brokoli bisa memengaruhi produksi hormon tiroid, bahkan memicu pembesaran kelenjar tiroid (gondok), terutama pada penderita hipotiroidisme atau mereka yang kekurangan yodium. Kabar baiknya, memasak brokoli dapat menurunkan aktivitas senyawa goitrogenik, sehingga membuatnya lebih aman untuk dikonsumsi secara teratur.