Fakta Menarik Es Doger ! Minuman Tradisional yang Tak Lekang Oleh Waktu
IST Es Doger menjadi minuman tradisional yang masih eksis hingga sekarang, sumber foto @brosispku--
BACAKORANCURUP.COM - Es doger adalah minuman tradisional khas Indonesia yang mampu tetap eksis dan digemari lintas generasi. Dahulu, sajian ini identik dengan pedagang kaki lima di pinggir jalan, namun kini es doger sudah naik kelas dan kerap menjadi menu pencuci mulut di restoran maupun hotel berbintang di Ibu Kota.
Kombinasi rasa manis, gurih, dan kesegarannya membuat es doger digemari oleh semua usia, dari anak-anak hingga orang dewasa. Lebih dari sekadar lezat, minuman ini juga menyimpan sejarah panjang yang menarik untuk disimak. Bahkan, nama “es doger” sendiri memiliki beberapa versi cerita yang menarik untuk disimak.
Jawa Barat memang kaya akan minuman tradisional, sebut saja bandrek yang hangat, bajigur yang manis, es pala yang segar, es goyobod yang kenyal, dan tentu saja es doger yang begitu khas.
Minuman ini diketahui berasal dari Cirebon, sebuah kota pesisir yang terkenal akan kulinernya yang variatif.
Pada pedagang kaki lima, es doger umumnya disajikan dalam gelas plastik atau mangkuk sederhana. Isinya terbilang lengkap, terdiri dari es serut yang dicampur santan kental, tape ketan hitam manis, potongan roti tawar, pacar cina yang kenyal, kelapa muda yang segar, serta sirup merah yang menarik perhatian.
BACA JUGA:Asal-Usul dan Fakta Unik Kue Putu, Camilan Legendaris Indonesia !
BACA JUGA:Catat! Ini 5 Penyebab Bau Badan yang Menyengat Pada Anak
Sebagian penjual bahkan menambahkan potongan buah nangka atau alpukat untuk menambah cita rasa dan aroma.
Kombinasi bahan-bahan ini menciptakan harmoni rasa yang unik, seperti gurih dari santan, manis dari sirup dan tape, serta segar dari kelapa muda.
Tidak heran jika es doger menjadi pilihan favorit untuk melepas dahaga di siang hari yang terik atau sebagai pelengkap hidangan utama. Selain nikmat, harganya juga sangat ramah di kantong. Di penjual kaki lima, es doger biasanya dibanderol mulai dari Rp5.000-an, menjadikannya sajian yang bisa dinikmati semua kalangan.
Asal-usul penamaan es doger ternyata punya beberapa versi. Mengutip sumber dari Indonesia Kaya, salah satu cerita menyebutkan bahwa kata “doger” berasal dari Pertunjukan Doger, yaitu seni tari ronggeng khas Jawa Barat yang berasal dari daerah Dermasuci, Dermayon (Indramayu), Subang, dan Cirebon. Konon, pada masa lalu, es doger sering dijual di sekitar area pertunjukan tersebut sehingga akhirnya dikenal dengan nama yang sama.
Versi lainnya menyebutkan bahwa “doger” adalah singkatan dari “dorong gerobak”. Dahulu, penjual es doger menjajakan dagangannya dengan cara dipikul sambil berkeliling.
Namun seiring waktu, mereka mulai menggunakan gerobak dorong. Dari sinilah muncul istilah “es dorong gerobak” yang kemudian disingkat menjadi “es doger”.
Seiring perkembangan zaman, es doger tidak hanya bertahan tetapi juga bertransformasi. Di kota-kota besar, beberapa kafe dan restoran menghadirkan es doger dengan sentuhan modern, misalnya disajikan dalam gelas kaca cantik, diberi topping es krim, atau dipadukan dengan bahan premium.