Baca Koran curupekspress Online - bacakorancurup.com

Orang Tua Wajib Tahu! Ini Penyebab Insomnia Pada Anak

Sc Tiktok @Buku koleksi gaffi Ilsutrasi anak yang sedang mengalami insomnia--

BACAKORANCURUP.COM - Membangun kebiasaan tidur yang sehat untuk anak Anda sejak dini sangatlah penting. Menurut penelitian baru tentang genetika dan gangguan tidur pada anak, hal ini sangat penting terutama jika salah satu dari orang tua mengalami permasalahan tidur yang kronis.

Namun, gangguan tidur tidak hanya dialami orang dewasa tetapi juga pada anak-anak.

Menurut laman UCLA Health, sekitar 25 persen anak, bahkan sejak usia enam bulan, dapat mengalami Behavioral Insomnia of Childhood (BIC).

Kondisi ini ditandai kesulitan tidur atau bertahan tidur akibat kebiasaan tertentu yang melibatkan peran orang tua. Jika dibiarkan, BIC dapat berlanjut hingga dewasa yang akan mengganggu kesehatan fisik, emosi, hingga prestasi akademik anak.

BACA JUGA:Pixel 10 Series Siap Meluncur, Ini Bocorannya

BACA JUGA:Fakta Menarik Es Doger ! Minuman Tradisional yang Tak Lekang Oleh Waktu

Dilansir dari laman American Thoracic Society, Behavioral Insomnia of Childhood ini terbagi menjadi tiga jenis utama. Yang pertama Sleep-onset association, jenis ini umumnya terjadi pada anak dibawah usia dua tahun. Anak hanya bisa tidur jika ada kondisi khusus seperti ada mainan favorit di samping nya, dipeluk, atau ditemani.

Yang kedua Limit Setting, jenis ini biasanya terjadi pada anak usia sekitar dua tahun. Pada saat anak mulai bisa bicara, pada jenis ini orang tua kehilangan kendali terhadap perilaku anak menjelang tidur. Anak akan menunda waktu tidur dengan meminta cerita tambahan, minum, atau ke kamar mandi lagi.

Yang ketiga Mixed-type, kondisi ini takni ketergantungan pada kondisi khusus untuk tidur yang disertai penolakan atau penundaan waktu tidur.

Beberapa faktor yang memicu insomnia pada anak antara lain adanya ekspektasi waktu tidur yang tidak sesuai usia. Anak yang semakin besar butuh jam tidur lebih sedikit. Namun jika jam tidurnya tidak disesuaikan, ia akan sulit terlelap. Selain itu, kebiasaan menidurkan anak di gendongan atau pelukan turut mempengaruhi karena anak akan menangis saat terbangun tanpa orang tua di sisinya. 

Ada pula karena kebiasaan menunda tidur pada balita dan anak yang sudah bisa berbicara, dengan berbagai alasan untuk memperpanjang waktu bermain atau interaksi. Hingga anak yang terbiasa pindah ke kamar orang tua di tengah malam.

Setelah mengetahui penyebab Insomnia pada anak diatas, orang tua dapat membantu si kecil untuk menyembuhkan insomnia nya dengan cara memberikan kenyamanan dan perhatian. Jika insomnia sudah cukup parah dan membuat dampak serius pada anak, akan lebih baik jika dibawa ke spesialis tidur.

 

*) Penulis merupakan peserta magang di 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan