Wajib Tahu ! Tips Aman Memberikan Kelengkeng pada Anak agar Tidak Berlebihan
IST Buah kelengkeng--
BACAKORANCURUP.COM - Kelengkeng termasuk salah satu buah tropis yang banyak digemari, terutama oleh anak-anak. Rasanya yang manis, juicy, serta teksturnya yang lembut membuat buah ini mudah disukai bahkan oleh anak yang biasanya sulit makan buah.
Selain nikmat, kelengkeng juga menyimpan berbagai kandungan gizi, mulai dari vitamin C yang baik untuk daya tahan tubuh, zat besi untuk membantu produksi sel darah merah, hingga antioksidan yang berperan melindungi tubuh dari radikal bebas.
Meskipun kelengkeng menawarkan manfaat kesehatan, bukan berarti anak boleh mengonsumsinya tanpa batas. Ada sejumlah alasan mengapa buah mungil ini tetap perlu dikendalikan porsinya.
Dalam ilmu pengobatan tradisional Tiongkok (TCM), kelengkeng termasuk buah yang bersifat “panas”. Artinya, terlalu banyak mengonsumsi kelengkeng bisa memicu ketidakseimbangan dalam tubuh.
BACA JUGA:Mengenal Penyebab Rematik Pada Anak Muda, Simak Ini!
BACA JUGA:Kulit Bisa Jadi Cermin Kesehatan Ginjal, Ini Gejala yang Harus Dikenali !
Pada anak-anak, kondisi ini dapat menimbulkan gejala yang kurang nyaman, seperti tenggorokan terasa gatal, batuk kering, sariawan, hingga rasa panas di dalam tubuh.
Hal ini sejalan dengan penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine (2014).
Studi tersebut menegaskan bahwa buah dengan efek panas, seperti kelengkeng, sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan dan perlu diseimbangkan dengan pola makan sehat. Anak-anak dengan kondisi tubuh yang lebih sensitif sangat dianjurkan untuk mengonsumsi kelengkeng dalam jumlah terbatas.
Selain efek panas dalam, kelengkeng juga memiliki kandungan gula alami yang cukup tinggi. Data dari USDA FoodData Central (2023) mencatat bahwa dalam 100 gram kelengkeng terdapat sekitar 15-18 gram gula berupa glukosa dan sukrosa. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan dengan banyak buah lain.
Kadar gula tersebut memang memberikan rasa manis yang disukai anak-anak, namun jika dikonsumsi berlebihan, dapat menimbulkan beberapa dampak, misalnya meningkatkan produksi lendir, memicu iritasi pada tenggorokan, atau memperberat gejala batuk.
Tidak hanya itu, pencernaan dan sistem imun anak yang masih dalam tahap perkembangan membuat tubuh mereka lebih rentan terhadap dampak negatif dari konsumsi gula yang terlalu banyak.
Agar anak tetap bisa menikmati kelezatan buah kelengkeng tanpa risiko berlebihan, orang tua bisa menerapkan beberapa tips berikut :
1. Batasi porsinya