Baca Koran curupekspress Online - bacakorancurup.com

Benarkah Makan Buah di Awal Lebih Baik ? Ini Penjelasan Dokter

IST Makan bersama keluarga tercinta--

BACAKORANCURUP.COM - Ketika duduk di meja makan, setiap orang punya kebiasaan berbeda. Ada yang langsung menyerbu nasi lengkap dengan lauk-pauknya, sementara yang lain lebih suka membuka makanannya dengan sepiring sayur atau potongan buah segar.

Perbedaan ini sering menimbulkan pertanyaan, adakah urutan makan yang lebih benar dan memberikan manfaat kesehatan ?

Menurut dr. Pandu Tridana Sakti, Sp.PD, Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Eka Hospital Permata Hijau, cara kita mengatur urutan makan ternyata bisa memengaruhi penyerapan nutrisi.

Dalam acara Temu Media yang digelar di Jakarta Pusat pada Kamis (14/8), ia memaparkan bahwa memulai makan dengan sayur dan buah memberi keuntungan tertentu bagi tubuh.

BACA JUGA:Mengenal Penyebab Rematik Pada Anak Muda, Simak Ini!

BACA JUGA:Kulit Bisa Jadi Cermin Kesehatan Ginjal, Ini Gejala yang Harus Dikenali !

“Sayuran kaya akan enzim yang lebih bermanfaat bila dikonsumsi di awal. Demikian pula buah-buahan, nutrisinya dapat terserap lebih optimal ketika masuk ke tubuh saat perut masih kosong,” jelas dr. Pandu.

Ketika sayur atau buah dikonsumsi lebih dulu, tubuh akan mendapat asupan vitamin, mineral, serta serat yang cukup. Serat ini tidak hanya baik bagi pencernaan, tetapi juga memberikan rasa kenyang lebih lama. Efeknya, porsi makan bisa lebih terkendali, sesuatu yang sangat membantu bagi mereka yang sedang berusaha menjaga berat badan atau menjalani program diet.

Selain itu, kebiasaan ini membantu metabolisme tubuh berjalan lebih baik. Serat dalam sayuran mampu memperlambat penyerapan gula, sehingga kadar gula darah lebih stabil. Hal ini penting, terutama bagi orang yang memiliki risiko diabetes.

Meski terlihat sederhana, urutan makan ini tidak bisa diterapkan secara universal. Bagi mereka yang memiliki gangguan lambung, seperti maag, konsumsi buah dengan kadar keasaman tinggi di awal makan justru bisa memicu rasa tidak nyaman.

“Kalau buahnya asam, misalnya jeruk atau nanas, sebaiknya jangan dimakan lebih dulu. Itu bisa menimbulkan nyeri di lambung. Pilih buah yang lebih ramah bagi pencernaan, seperti pepaya atau pisang,” saran dr. Pandu.

Menurut dr. Pandu, perbedaan efek hanya akan terasa bila ada jarak waktu antar-hidangan. Misalnya, seseorang makan buah satu jam sebelum makanan utama, maka penyerapan nutrisinya bisa berlangsung lebih maksimal. Namun, bila semua makanan disantap hampir bersamaan, proses pencernaan di lambung tetap berjalan sama karena organ tersebut akan bekerja selama 2-3 jam untuk mengolah makanan.

Meski begitu, dr. Pandu menekankan bahwa kualitas dan keseimbangan gizi jauh lebih penting dibanding sekadar urutan makan. Memulai dengan sayur dan buah memang baik, tetapi tidak akan banyak bermanfaat bila setelahnya tubuh dijejali makanan tinggi lemak jenuh, gula, atau garam secara berlebihan.

“Kesimpulannya, jika tidak memiliki gangguan lambung, mengawali makan dengan sayur dan buah bisa menjadi pilihan sehat untuk memaksimalkan asupan nutrisi. Namun, bagi yang memiliki perut sensitif, tidak ada salahnya menempatkan sayur atau buah di pertengahan atau akhir makan,” pungkasnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan