Angka Stunting Masih di Kisaran 18,8 Persen
Stunting.--
BACAKORANCURUP.COM - Angka prevalensi stunting di Provinsi Bengkulu masih berada di level 18,8 persen. Kondisi ini lebih tinggi dari target nasional yang dipatok sebesar 12 persen pada 2024.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menegaskan penurunan stunting menjadi salah satu program prioritas karena menyangkut kualitas generasi masa depan.
“Pemprov Bengkulu bersama seluruh kabupaten/kota akan terus melakukan percepatan melalui intervensi gizi, layanan kesehatan, sanitasi, dan pola asuh keluarga. Semua bergerak bersama untuk mencapai target nasional,” ungkap Sekda.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu, Zamhari, menjelaskan prevalensi stunting di daerah memang sudah menunjukkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Namun, menurutnya kerja sama lintas sektor tetap harus diperkuat.
BACA JUGA:Dinkes Rejang Lebong Catat 12 Kasus HIV Baru, 2 Penderita Sudah Meninggal Dunia
BACA JUGA:Rejang Lebong Targetkan Swasti Saba Wistara, Bupati Fikri Optimis Raih Kabupaten Sehat 2025
“Kita optimis target bisa dicapai dengan sinergi semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun dunia usaha,” ujarnya.
Zamhari juga menambahkan, BKKBN terus menguatkan program pendampingan keluarga berisiko stunting dengan melibatkan kader di tingkat desa.
“Pendampingan ini penting agar keluarga mendapat informasi langsung mengenai pola asuh, pemberian gizi yang tepat, serta akses layanan kesehatan.
Dengan cara ini, kasus stunting bisa ditekan lebih cepat,” jelasnya.Dengan prevalensi 18,8 persen, Bengkulu masih harus menekan angka stunting sekitar 6,8 persen dalam waktu dekat. Kuliner Bengkulu
Pemerintah daerah menegaskan komitmen untuk memaksimalkan program, seperti pemberian makanan tambahan bergizi bagi balita dan ibu hamil, peningkatan layanan kesehatan, serta edukasi kepada keluarga.
Target penurunan stunting menjadi 12 persen diharapkan dapat tercapai, sehingga anak-anak Bengkulu tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing.