Aliansi Mahasiswa Rejang Lebong Gelar Aksi Damai, Layangkan 14 Poin Tuntutan ke DPRD
Aksi damai didepan gedung DPRD Rejang Lebong.-Razik/CE-
BACAKORANCURUP.COM – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa se-Kabupaten Rejang Lebong menggelar aksi damai di depan Gedung DPRD Rejang Lebong, Rabu (03/09).
Aksi ini tidak hanya menyoroti isu-isu nasional, tetapi juga menyinggung persoalan-persoalan daerah yang dianggap mendesak untuk segera ditangani pemerintah.

Penandatanganan tuntutan yang diajukan oleh mahasiswa kepada DPRD Rejang Lebong.-Razik/ce -
Koordinator aksi, Fikri Anandi, menyampaikan bahwa pihaknya melayangkan 14 poin tuntutan kepada DPRD Rejang Lebong. Ia menegaskan, DPRD diberikan waktu selama satu bulan untuk menanggapi dan merealisasikan tuntutan tersebut.
BACA JUGA:Korupsi Bank Bengkulu Rp 6,7 Miliar Digunakan Judi Online hingga Renovasi Rumah
BACA JUGA:Diduga Hendak Ikut Demo, Ratusan Pelajar Diamankan Polisi
14 poin tuntutan tersebut antara lain mendesak DPR RI untuk segera mengesahkan RUU Perampasan Aset, evaluasi rencana kenaikan tunjangan DPR, Reshuffle pejabat yang memiliki riwayat korupsi, mendesak untuk menghentikan represifitas aparat, mendesak partai politik untuk evaluasi internal terkait pencalonan kader, mendesak pemerintah agar segera menyelesaikan dinamika kebangsaan, mendesak pemerintah agar meningkatkan kesejahteraan guru, evaluasi teknis pelaksanaan MBG, pemerataan pendidikan di wilayah Rejang Lebong, pengadaan tempat pembuangan sampah, usut tuntas kasus pembunuhan resmareta, meningkatkan keamanan di wilayah kabupaten Rejang Lebong, serta penertiban juru parkir liar di kabupaten Rejang Lebong.
“Kami memberikan waktu satu bulan bagi DPRD untuk merespons tuntutan mahasiswa. Jika tidak ada tindak lanjut, maka kami siap melakukan aksi lanjutan,” tegas Fikri.
BACA JUGA:Aksi Demo Mahasiswa Soroti Kasus Pembunuhan Resma Reta yang Disinyalir Belum Temu Titik Terang
BACA JUGA:Pembahasan KUA-PPAS 2026 Ditargetkan Rampung Sebelum Akhir November
Sementara itu, Koordinator Lapangan, Aldo Febriansyah, menjelaskan bahwa selain isu nasional, ada sejumlah isu lokal yang turut diangkat.
Beberapa di antaranya dinilai sangat mendesak, yakni pemerataan pendidikan di Rejang Lebong, perbaikan saluran irigasi untuk mengantisipasi banjir, peningkatan keamanan, serta pembatasan operasional jam malam mengingat sejumlah kasus kriminal pernah terjadi di wilayah tersebut.
Menanggapi aksi damai ini, Ketua DPRD Rejang Lebong, Juliansyah Yayan, mengapresiasi sikap mahasiswa yang menyampaikan aspirasi tanpa tindakan anarkis.
BACA JUGA:Bupati Rejang Lebong Ngantor di Desa, Target Serap Aspirasi Masyarakat Secara Langsung