Baca Koran curupekspress Online - bacakorancurup.com

Yamaha Diam-diam Pantau Enea Bastianini

Enea-ist-

BACAKORANCURUP.COM - Yamaha Racing tidak hanya menunggu masa depan pasca-Fabio Quartararo, mereka sedang mempersiapkannya. Di balik rumor panas yang melibatkan Francesco Bagnaia, muncul satu nama lain yang diam-diam membuat paddock MotoGP terkejut: Enea Bastianini.  

Yamaha Racing disebut telah melakukan manuver penting di balik layar dengan mendekati Francesco Bagnaia. Namun, bukan hanya nama juara dunia Ducati itu yang mengejutkan paddock MotoGP. 

Ya, rumor terbaru menyebutkan bahwa Enea Bastianini, pembalap KTM Tech3 Racing, juga masuk radar pabrikan asal Iwata, Jepang, sebagai calon suksesor Quartararo. Situasi ini memunculkan dua nama yang kini menonjol. Francesco Bagnaia diposisikan sebagai target utama Yamaha, sementara Enea Bastianini menjadi opsi kedua yang dinilai lebih bijaksana, namun tetap strategis. 

Yamaha dikabarkan sedang menjalani pembicaraan serius dengan Bagnaia. Juara dunia tiga kali itu memenuhi hampir semua kriteria balap yang mampu menghidupkan kembali proyek pabrikan yang tengah kesulitan: seorang pemimpin alami, tolok ukur teknis, serta juara yang lahir dari lingkungan kompetitif Ducati. 

Bagi Yamaha, Bagnaia akan menjadi wajah kebangkitan “samurai biru” di era pasca-Quartararo. Ia dianggap sebagai sosok yang ideal untuk menjadi pusat pembangunan ulang YZR-M1, sekaligus diharapkan mampu memerdekakan motor tersebut dari keterbatasan kronik yang selama ini menghambat kinerjanya. 

Secara resmi, Bagnaia berulang kali menegaskan kesetiaannya kepada Ducati selama kontraknya masih berlaku. Namun secara tidak resmi, diskusi dengan Yamaha Racing disebut sedang berlangsung dan bahkan dianggap telah mencapai tahap yang “sangat maju”. Meski begitu, Yamaha menyadari satu hal penting: membujuk Bagnaia untuk meninggalkan Ducati akan membutuhkan biaya besar, baik dari sisi politik maupun finansial. 

Dipengaruhinya peran Enea Bastianini menjadi signifikan. Meski tidak menarik perhatian Bagnaia di media, pembalap Italia itu disebut tengah-tengah dengan sangat serius oleh Yamaha Racing. 

Sederhananya, Bastianini mewakili pilihan yang lebih realistis, fleksibel, dan tetap menarik. Ia merupakan pemenang Grand Prix bersama Ducati, memiliki gaya balap agresif dan instingtif, tidak terlalu terikat kontrak jangka panjang, serta mampu beradaptasi dengan motor yang tidak sempurna, kualitas yang sangat dibutuhkan Yamaha saat ini.

Sejumlah pengamat MotoGP bahkan menilai Bastianini bisa jadi lebih “kompatibel dengan Yamaha” dibandingkan Bagnaia, terutama pada fase pembangunan kembali. Bagnaia dikenal membutuhkan paket motor yang sangat stabil, sementara Bastianini terbukti mampu bertahan dan beradaptasi dalam situasi yang penuh daya tahan.

 

Yamaha Racing tampak mengambil sikap realistis dengan menyiapkan rencana A dan rencana B, demi menghindari situasi tanpa pembalap Andalan menuju musim 2027. 

Pesannya jelas: Francesco Bagnaia adalah pilihan prestisius dan sensasi media, sedangkan Enea Bastianini merupakan opsi pragmatis, sportif, dan lebih terjangkau secara finansial. 

Dalam kedua skenario tersebut, Yamaha bersiap membuka lembaran baru dalam sejarahnya. Dan pasar transfer pembalap MotoGP 2027 sepertinya tidak akan ditentukan pada musim panas, melainkan melalui pergerakan senyap di balik layar sejak awal 2026.(*) 

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan