Baca Koran curupekspress Online - bacakorancurup.com

Irak Desak FIFA Tunda Laga Playoff Piala Dunia

Pelatih Irak Desak FIFA Tunda Laga Playoff Piala Dunia-ist-

 

BACAKORANCURUP.COM - Pelatih tim nasional Irak Graham Arnold mendesak FIFA agar menunda pertandingan play-off antar-konfederasi menuju Piala Dunia. Agenda internasional itu dijadwalkan berlangsung akhir Maret. Permintaan itu muncul karena situasi perang yang meningkat di kawasan Timur Tengah. Khususnya serangan AS dan Israel ke Iran, negara tetangga mereka. Perang berdampak langsung pada persiapan timnas Irak. 

Irak dijadwalkan memainkan laga melawan pemenang antara Suriname atau Bolivia pada 31 Maret di Monterrey, Meksiko. Pertandingan tersebut akan menjadi laga hidup-mati untuk menentukan satu tiket menuju putaran final Piala Dunia 2026. 

"Kondisi saat ini membuat kami hampir mustahil mempersiapkan diri secara normal," kata Graham Arnold, dikutip dari BBC. Ia pun meminta FIFA untuk mempertimbangkan kondisi darurat yang dihadapi Irak. 

BACA JUGA: Jalani Laga Derby, AC Milan Kalahkan Inter

BACA JUGA: Usai Insiden GP Thailand, Marc Marquez Tahan Kontrak Baru Ducati

Dalam wawancara dengan media Australia, ia mengatakan bahwa timnya benar-benar membutuhkan bantuan. "Tolong bantu kami terkait pertandingan ini, karena saat ini kami kesulitan mengeluarkan para pemain dari Irak," ujarnya memelas. 

Ekskalasi konflik di Timur Tengah membuat sejumlah negara menutup wilayah udaranya, setidaknya sampai 1 April 2026. Termasuk Dubai dan Uni Emirat Arab. Kita telah mendengar ribuan penerbangan ke negara itu dibatalkan sejak agresi pertama berlangsung.  Situasi tersebut membuat para pemain timnas Irak, yang sebagian besar bermain di liga domestik, tidak dapat meninggalkan negaranya. Entah untuk bergabung dalam pemusatan latihan, atau melakukan perjalanan ke lokasi pertandingan. 

Kesulitan tersebut semakin diperparah oleh penutupan sejumlah kedutaan besar asing di kawasan tersebut. Akibatnya, para pemain tidak dapat mengurus visa yang dibutuhkan untuk memasuki Meksiko, tempat play-off digelar.  Tanpa visa dan akses penerbangan, timnas Irak praktis tidak dapat melakukan perjalanan internasional. Pelatih juga terdampak. Arnold sendiri terjebak di Uni Emirat Arab karena pesawatnya transit di sana sebelum ke Irak. 

Rencana pemusatan latihan di Houston, Amerika Serikat, pun terpaksa dibatalkan karena tim tidak dapat berkumpul tepat waktu.  Graham Arnold menegaskan bahwa memainkan pertandingan penting dengan skuad darurat bukanlah pilihan yang realistis. Ia menilai laga play-off ini terlalu penting untuk dimainkan tanpa kekuatan penuh. 

"Jika kami hanya membawa pemain yang bermain di luar negeri, itu bukan tim terbaik kami. Kami membutuhkan skuad terbaik untuk pertandingan terbesar negara ini dalam 40 tahun," tegas pelatih asal Australia itu. 

Sebagai solusi, Arnold memohon FIFA menunda pertandingan play-off. Menjadwal ulang pertandingan mendekati dimulainya Piala Dunia bisa menjadi opsi terbaik.  Dengan cara itu, FIFA juga punya waktu lebih untuk menentukan langkah jika situasi politik di kawasan memengaruhi peserta lain. 

BACA JUGA: Veda Ega Dijuluki Roket Moto3, Usai Debut Sensasional di Thailand 2026

BACA JUGA: Hamilton Temukan Kembali Jati Diri di F1 2026

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan