4. Bandara JB Soedirman, Purbalingga
Dengan biaya pembangunan mencapai Rp350 miliar, Bandara JB Soedirman sempat melayani penerbangan umrah pada tahun 2022. Sayangnya, hingga akhir tahun 2024, bandara ini belum kembali melayani penerbangan komersial akibat ditinggalkan oleh maskapai penerbangan.
5. Bandara Wiriadinata, Tasikmalaya
Sepinya penumpang membuat Bandara Wiriadinata sempat tidak beroperasi. Pada tahun 2022, Susi Air membuka rute menuju Jakarta, namun keberlanjutannya tergantung pada permintaan penumpang. Citilink juga sempat membuka rute ke bandara ini, tetapi dihentikan pada tahun 2023.
Menurut Indonesia National Air Carriers Association (INACA), rute penerbangan di bandara-bandara ini memang kurang diminati oleh maskapai karena rendahnya permintaan.
Selain itu, pandemi Covid-19 juga turut memperburuk situasi dengan membatasi mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi, yang berdampak langsung pada jumlah penumpang pesawat.
Meski begitu, berbagai pihak terus berupaya menghidupkan kembali bandara-bandara ini agar dapat kembali berkontribusi dalam meningkatkan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Langkah-langkah strategis seperti kerja sama dengan maskapai, pengembangan destinasi wisata, serta peningkatan infrastruktur di sekitar bandara menjadi beberapa solusi yang dapat diterapkan.
Dengan perencanaan yang tepat dan strategi yang efektif, diharapkan bandara-bandara ini dapat kembali ramai dan berfungsi optimal sebagai pusat transportasi udara di Indonesia.