Kebanyakan Makan Opor Sebabkan Kolestrol Naik? Turunkan dengan Mengkonsumsi 5 Buah Ini

ilustrasi/net--
BACAKORANCURUP.COM - Lebaran selalu menjadi momen yang dinanti untuk berkumpul bersama keluarga sambil menikmati hidangan khas. Namun, di balik kelezatan rendang, opor, dan aneka kue manis, risiko kolesterol tinggi bisa mengintai tanpa disadari.
Kondisi ini sering terjadi setelah Idul Fitri akibat konsumsi makanan tinggi lemak dan gula yang tidak terkontrol. Kolesterol tinggi bukan sekadar masalah sepele, karena dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, serta gangguan sirkulasi darah.
Sering kali, kadar kolesterol yang tinggi tidak menunjukkan gejala hingga menimbulkan komplikasi serius. Oleh karena itu, pencegahan adalah langkah terbaik. Setelah menikmati sajian Lebaran, penting untuk menyeimbangkan kembali pola makan dan gaya hidup yang lebih sehat.
Untungnya, menjaga kadar kolesterol tidak selalu memerlukan obat-obatan. Cara alami yang efektif adalah dengan mengonsumsi buah-buahan tertentu yang diketahui mampu menurunkan kolesterol jahat (LDL). Yuk, simak daftar buah yang bisa membantu menjaga kesehatan tubuh!
1. Apel: Sumber Serat yang Efektif Menurunkan Kolesterol
Apel menjadi buah yang direkomendasikan setelah Lebaran. Kandungan pektin dalam apel, sejenis serat larut, berperan dalam mengikat kolesterol jahat (LDL) dan mengeluarkannya melalui sistem pencernaan.
Penelitian yang diterbitkan dalam European Journal of Nutrition menunjukkan bahwa konsumsi 550 gram apel segar per hari dapat secara signifikan menurunkan kadar kolesterol. Namun, efek ini tidak ditemukan pada jus apel bening yang telah kehilangan serat alaminya.
2. Alpukat: Sumber Lemak Baik yang Menyeimbangkan Kolesterol
Alpukat kaya akan lemak tak jenuh tunggal yang membantu menurunkan kadar LDL tanpa mengurangi kolesterol baik (HDL).
Menurut ahli gizi dari Mayo Clinic, Emily Schmidt, kandungan lemak sehat dalam alpukat sangat baik untuk kesehatan jantung. Alpukat bisa dikonsumsi langsung, dicampurkan dalam salad, atau diolah menjadi minyak sebagai alternatif yang lebih sehat untuk memasak.