Apalagi saat tak sedikit orang kehilangan pekerjaan dan harga berbagai kebutuhan mengalami kenaikan. Dirimu harus bersyukur sekali masih memiliki pekerjaan yang memberimu penghasilan rutin. Bahkan mungkin kamu memperoleh bonus khusus sebagai kompensasi gak bisa berkumpul bersama keluarga di hari raya.
2. Baik dirimu maupun keluarga di kampung sama sehatnya
Selain sumber penghidupan, kondisi kesehatan yang cukup prima juga utama. Gak bisa mudik tak apa-apa terpenting kesehatanmu baik-baik saja. Kalaupun dirimu justru tidak bisa mudik karena baru pulang dari rawat inap misalnya, setidaknya tinggal menunggu pemulihan.Demikian juga kabar bahwa keluargamu di kampung dalam kondisi sehat sudah lebih dari segalanya.
Seandainya keluargamu khususnya orang tua sakit keras, tentu bagaimanapun caranya dirimu harus pulang.
Itu pun bukan kamu pulang dengan rasa bahagia melainkan justru waswas.Kesehatan yang tak kalah pentingnya adalah terkait buah hati.
Jika kamu dan pasangan baru dikaruniai momongan, sebaiknya memang gak ikut mudik dulu. Perjalanan berjam-jam, polusi, cuaca panas, serta potensi penyebaran penyakit dari banyak orang sangat membahayakan si kecil. Selama semuanya sehat, tidak ada alasan buat bersedih walaupun dirimu tak bisa mudik.
3. Punya makanan saat Idul Fitri bahkan beberapa hari setelahnya
Terlihat simpel, tapi bayangkan seandainya beras pun kamu tak punya. Dengan apa besok dirimu hendak mengisi perut? Andai pun kamu gak memiliki cukup uang untuk mudik, hidupmu aman selama masih bisa makan.
Memang perkara dalam hidup ini tidak hanya makan.Ada kerinduan pada keluarga di kampung halaman yang juga terasa mendesak untuk dipuaskan.
Namun, terdapat kebutuhan yang lebih pokok dari itu. Ujaran makan gak makan yang penting kumpul pada kenyataannya tidak bisa diterapkan. Jangan biarkan kesedihan mendalam karena kamu tak mudik bikin hidangan di meja terasa hambar.Tetaplah menikmatinya penuh syukur. Kalau di hari raya dirimu masih bisa makan dengan layak, artinya kamu juga telah menunaikan kewajiban membayar zakat.
Dirimu mampu berbagi pada sesama.
Nikmat mana lagi yang hendak didustakan olehmu? Jangan bilang kamu mending kelaparan daripada Lebaran gak pulang. Dirimu mungkin belum pernah benar-benar merasakan derita kelaparan.
4. Telah dipertemukan dengan Ramadan dan Syawal